Jakarta (ANTARA) - Sejumlah jajanan kuliner khas Indonesia dijadikan inspirasi untuk koleksi jibbitz charm atau pin hiasan kecil warna-warni yang dirancang khusus untuk dipasang pada lubang ventilasi sandal dan tas.
Dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin, perusahaan alas kaki Crocs menghadirkan 12 desain yang terinspirasi dari budaya lokal dan elemen khas Indonesia. Lima di antaranya mengambil inspirasi dari ikon kuliner Indonesia, sementara enam lainnya mengangkat ungkapan lokal yang lekat dengan kehidupan sehari-hari.
Inspirasi kuliner dalam koleksi ini antara lain berasal dari makanan khas daerah seperti batagor dan sate lilit. Keduanya merepresentasikan kekayaan kuliner Indonesia yang memiliki karakter berbeda dan berasal dari daerah dengan tradisi makanan masing-masing.
Kehadiran koleksi itu ditujukan untuk merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia sekaligus memperlihatkan bahwa keberagaman budaya Tanah Air dapat menjadi sumber inspirasi dalam berbagai karya kreatif.
Baca juga: Kemenekraf perluas akses produk kuliner lokal ke pasar internasional
Di sisi lain, kuliner juga dianggap menjadi salah satu cara untuk mengenalkan cerita mengenai suatu daerah. Melalui inspirasi dari makanan khas dan elemen lokal, koleksi tersebut membawa ragam cerita Indonesia ke dalam bentuk aksesori yang dapat dikenakan.
Penggunaan elemen kuliner dan bahasa sehari-hari tersebut menunjukkan bagaimana hal-hal yang dekat dengan keseharian masyarakat dapat menjadi bagian dari representasi budaya.
Ikon makanan dan ungkapan daerah yang akrab kemudian diterjemahkan ke dalam desain dengan karakter yang ringan dan playful.
Selain kuliner, koleksi tersebut juga membawa sejumlah ungkapan lokal seperti “Barudak Well”, “Cemana Wak”, “Goks”, “GAS!”, “Mantul”, dan “Klee Nok”. Inspirasi itu disebut berasal dari berbagai daerah, mulai dari Jawa Barat, Bali, Sumatera, hingga Jakarta.
Koleksi jibbitz charms edisi Indonesia ini mulai tersedia untuk pemesanan melalui situs resmi Crocs Indonesia pada 10 Agustus 2026 dan tersedia di gerai Crocs Indonesia mulai 17 Agustus 2026.
Baca juga: Bakpia, produk akulturasi yang jadi ikon kuliner khas Yogyakarta
Baca juga: PHRI nilai tempe berpotensi jadi identitas wisata kuliner Indonesia
Baca juga: Menteri Pariwisata sebut Indonesia berpotensi jadi pusat gastronomi
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.