Kota Palu (ANTARA) - Universitas Tadulako (Untad), Sulawesi Tengah (Sulteng) bersama Shandong Vocational University of Foreign Affairs (SVUFA), China melakukan pertukaran dosen untuk meningkatkan kualitas sekaligus pengayaan akademik khususnya bahasa dan budaya di dua negara.
"Program ini menjadi bagian dari upaya kedua perguruan tinggi dalam meningkatkan kompetensi akademik, pemahaman lintas budaya serta jejaring kerja sama internasional," kata Rektor Untad Prof Amar di Kota Palu, Senin.
Prof Amar mengatakan dalam kerja sama internasional tersebut SVUFA mengirimkan dua dosen yakni Zhao Min dan Yang Aiyu ke Untad. Keduanya mengikuti program magang akademik sekaligus pembelajaran mengenai bahasa dan budaya Indonesia selama periode program pertukaran.
Selama berada di Untad, Zhao Min dan Yang Aiyu turut berkontribusi dalam kegiatan pembelajaran bahasa Mandarin bagi mahasiswa. Keduanya mengampu mata kuliah Mandarin pada sejumlah program studi di lingkungan perguruan tinggi tersebut.
Di sisi lain, Untad juga mengirimkan dua dosen yakni Andi Harismahyanti dari Program Studi Data Sains, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), serta Muh Fahruddin Nurdin dari Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian untuk mengikuti program di SVUFA pada 25 Agustus 2026 hingga 15 Januari 2027.
Selama mengikuti program di SVUFA, kedua dosen Untad akan memperoleh pengembangan kompetensi bahasa Mandarin, pemahaman budaya China, serta kesempatan memperluas jejaring akademik. Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung persiapan studi lanjut jenjang doktoral (S3) di negara berjuluk Tirai Bambu itu.
Rektor mengatakan program pertukaran ini merupakan tindak lanjut dari agreement on friendly relations yang ditandatangani oleh Untad dan SVUFA pada 17 April 2026. Kesepakatan tersebut menjadi salah satu landasan dalam pengembangan hubungan akademik serta kelembagaan antara kedua perguruan tinggi.
Terakhir, melalui program pertukaran tersebut, Untad terus mendorong penguatan internasionalisasi perguruan tinggi melalui peningkatan kompetensi global dosen dan staf akademik.
"Kerja sama dengan SVUFA diharapkan membuka peluang yang lebih luas dalam pengembangan kolaborasi akademik, penelitian, pengembangan kapasitas sumber daya manusia serta pertukaran mahasiswa di masa mendatang," harap dia.
Baca juga: Untad terima 3.048 buku dari Tiongkok perkuat referensi akademik
Baca juga: Untad fasilitasi pertemuan peneliti kebencanaan lintas negara
Baca juga: Unhas-Untad kerja sama penjaminan mutu dan pengembangan pembelajaran
Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.