Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menyebut proses penataan Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) di kawasan taman nasional itu telah mencapai 65 persen dan ditargetkan selesai pada Oktober 2026.
"Selesai Oktober pengerjaannya dan perkembangan JLKT terakhir sudah 65 persen," kata Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha di Bromo, Jawa Timur, Senin.
Ia mengatakan pengerjaan yang dilakukan dan terus berproses, meliputi pembersihan area dan pemasangan serta pengecatan tiang pembatas antara jalan dengan area padang rumput.
Sedangkan untuk progres yang akan dilakukan adalah pemasangan kawat sling pada pagar dan rambu lalu lintas.
"Sekarang fokus di pemasangan tiang dulu, yang lainnya pembuatan jalur," ujar dia.
JLKT memiliki panjang jalur mencapai 13 kilometer dengan lebar 18 meter membentang di area Kaldera Tengger hingga ke arah penanjakan di Simpang Dingklik yang masuk wilayah administrasi Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Penataan kawasan JLKT menjadi bagian memperkuat kearifan lokal dan sektor pariwisata di kawasan TNBTS dengan menyelaraskan pada upaya pelestarian alam serta mencegah kerusakan pada titik yang disakralkan oleh masyarakat Tengger.
Oleh karenanya, Balai Besar TNBTS menegaskan bahwa penataan area JLKT tetap memperhatikan dan menyesuaikan dengan kaidah dan norma konservasi.
Selain itu, Rudi menyampaikan bahwa pengerjaan JLKT terpisah dengan penataan wilayah rest area di tiga titik, yakni Cemorolawang dan Watu Gede dan Dingklik.
Lebih lanjut, katanya, untuk penataan rest area di Cemorolawang telah berjalan dan sudah dibangun fasilitas, yakni tenant dan toilet.
"Terus di Watu Gede yang ada tandon air dan nampak itu rest area juga. Satu lagi di Dingklik menjelang naik ke penanjakan. Jadi dua lokasi di Probilinggo (Cemorolawang dan Watu Gede), satu lainnya ada di (Kabupaten) Pasuruan (Dingklik)," kata Rudi.
Pewarta: Ananto Pradana
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.