Jakarta (ANTARA) - Gelandang timnas Indonesia Marc Klok menyatakan Garuda akan belajar dari kegagalan dalam Piala AFF 2026 setelah gagal ke semifinal akibat seri 1-1 melawan Singapura.
"Kami belajar dari pengalaman ini. Menerima rasa sakitnya. Mengabaikan kebisingan di luar sana. Kembali bekerja. Tetap tegakkan kepala. Lalu kembali dengan rasa lapar yang lebih besar dari sebelumnya. Sesederhana itu," kata Klok dalam unggahan Instagram-nya pada Senin.
Indonesia gagal ke semifinal Piala AFF untuk kedua kali secara beruntun setelah finis di peringkat ketiga klasemen akhir babak grup.
Indonesia untuk kesekian kalinya tak mampu menjuarai Piala AFF sejak turnamen ini pertama kali digelar 30 tahun lalu di Singapura.
Prestasi terbaik tim Garuda adalah runner-up sebanyak enam kali, dengan yang terakhir terjadi pada 2020 dalam era Shin Tae-yong.
"Hancur. Sakit. Benar-benar sakit. Kami tersingkir. Dan sekali lagi, kami gagal mengangkat trofi itu," kata Klok.
Baca juga: Malaysia tak gentar hadapi Vietnam di semifinal Piala AFF 2026
"Kepada semua orang yang telah mendukung kami, dan mendukung saya, terima kasih. Dukungan kalian tidak luput dari perhatian dan sangat berarti bagi saya," ucap pemain 33 tahun itu.
Klok menegaskan perjalanan panjang timnas Indonesia terus berlanjut dan tak akan terus terjebak pada kegagalan dalam Piala AFF 2026.
Indonesia akan melakoni laga-laga internasional di FIFA ASEAN Cup 2026 pada September hingga Oktober. Indonesia akan menjadi tuan rumah, di Bandung dan Jakarta.
Indonesia tergabung di Grup A Premier Division bersama Malaysia, India, dan Singapura. Sementara itu, Grup B Premier Division ditempati Thailand, Vietnam, Pakistan, dan Filipina.
"Kami belum selesai. Bahkan belum mendekati kata selesai," tutup Klok.
Baca juga: PSSI segera evaluasi total kegagalan Piala AFF 2026
Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.