Shanghai (ANTARA) - Produsen robot asal China, Unitree Robotics, pada Senin (10/8) membuka periode pemesanan untuk penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) melalui innovation board ilmu pengetahuan dan teknologi Bursa Efek Shanghai, atau STAR Market, menyusul proses penentuan harga awal luring yang mengindikasikan tingginya minat investor.
Perusahaan yang berbasis di Hangzhou tersebut menawarkan 40,446434 juta saham dengan harga 150,80 yuan (1 yuan = Rp2.654) per saham, yang mencakup 10 persen dari modal sahamnya pascapenawaran. Penawaran ini diperkirakan akan menghasilkan dana bruto sekitar 6,10 miliar yuan.
Setelah penawaran yang tidak sah dan bagian dengan harga tertinggi dari usulan pemesanan dikecualikan, total usulan pemesanan saham luring yang tersisa mencapai 71,463 miliar saham, atau 2.760,67 kali lipat dari skala penawaran luring awal sebelum penyesuaian untuk penempatan strategis, menurut pengumuman penerbitan itu.
Berdasarkan prospektusnya, Unitree terutama mengembangkan, memproduksi, dan menjual robot humanoid dan robot berkaki empat serbaguna berkinerja tinggi, komponen robot, serta model kecerdasan berwujud (embodied intelligence).
Dalam situs web resminya, Unitree menggambarkan diri sebagai perusahaan robotika sipil yang memimpin di bidang komponen inti robot, pengendalian gerak, pengindraan robot, dan berbagai bidang komprehensif lainnya.
Prospektus tersebut menunjukkan bahwa dari tahun 2023 hingga 2025, Unitree telah menjual 33.294 unit robot berkaki empat dan 5.632 unit robot humanoid. Pengiriman robot humanoid-nya melampaui 5.500 unit pada 2025, tidak termasuk robot beroda dengan dua lengan.
Regulator sekuritas China menyetujui permohonan pendaftaran IPO Unitree melalui keputusan tertanggal 1 Juli.
Pewarta: Xinhua
Editor: Hanni Sofia
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.