Washington DC (ANTARA) - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Senin (10/8), mengumumkan bantuan darurat senilai 15,5 juta dolar AS (sekitar Rp275,9 miliar) untuk Kolombia setelah gempa bermagnitudo 7,4 menewaskan sedikitnya 111 orang dan merusak ratusan bangunan.
“Setelah gempa bumi dahsyat bermagnitudo 7,4 yang terjadi hari ini di berbagai wilayah Kolombia, pemerintahan Trump berkomitmen memberikan dana sebesar 15,5 juta dolar AS untuk tempat penampungan darurat, makanan, perlindungan, dan penilaian kerusakan akibat gempa,” kata Deplu AS dalam unggahan di platform media sosial AS, X.
“Kami bersatu dalam doa bersama rakyat Kolombia dan siap mendukung Presiden Abelardo de la Espriella serta pemerintahannya saat mereka menilai kebutuhan di lapangan,” tambah departemen tersebut.
Secara terpisah, Juru Bicara Deplu AS Tommy Pigott mengatakan dalam unggahan di X bahwa departemennya “secara aktif membantu” warga negara Amerika Serikat yang terdampak gempa.
Ia pun mengimbau warga Amerika Serikat di Kolombia untuk menghubungi Kedutaan Besar AS di Bogota guna mendapatkan bantuan konsuler.
Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa bumi tersebut terjadi di dekat San Jose del Palmar di wilayah Choco, sekitar 400 kilometer (249 mil) sebelah barat ibu kota Kolombia, Bogota, pada kedalaman sekitar 107 kilometer (66 mil).
Sedikitnya 111 orang tewas dan 87 lainnya mengalami luka-luka. Sementara, sekitar 1.600 bangunan mengalami kerusakan, termasuk sedikitnya 61 bangunan yang runtuh, kata pihak berwenang Kolombia.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Kemlu: Semua WNI di Kolombia dalam keadaan aman
Baca juga: Laporan: Korban tewas akibat gempa Kolombia capai 132 orang, 570 luka
Penerjemah: Primayanti
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.