Washington (ANTARA) - Amerika Serikat telah menengahi kesepakatan antara Suriah dan Israel untuk membiarkan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengambil bahan nuklir dari sebuah lokasi rahasia yang menyimpan bubuk uranium dari reaktor Al-Kibar di dekat Sungai Efrat, menurut laporan Axios, Senin (10/8).
Lokasi yang disebut "Site 99" itu digunakan untuk menyimpan material sisa yang tidak dapat digunakan lagi untuk mengembangkan senjata nuklir, tetapi dapat diperkaya hingga tingkat yang memungkinkan untuk pembuatan "bom kotor", menurut laporan tersebut.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menghancurkan pintu masuk ke lokasi tersebut setelah Bashar Assad mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden Suriah, kata pejabat Israel kepada Axios.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa Pemerintah Suriah saat ini sangat ingin bekerja sama dengan AS dan mengizinkan inspeksi IAEA.
Perjanjian itu ditandatangani tiga pekan lalu, tetapi pekerjaan di "Site 99" itu masih berlangsung serta bahan-bahan di sana belum dipindahkan, demikian laporan Axios.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Empat tewas akibat serangan Ukraina ke Energodar
Baca juga: PBB mendorong semua pihak beritikad baik atas isu nuklir Iran
Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.