Tokyo (ANTARA) - Otoritas Prefektur Kumamoto, Jepang, mencatat hampir 22.000 rumah mengalami kerusakan akibat gempa bumi bermagnitudo 7,1 melanda wilayah itu pada pekan lalu.
Secara khusus, sebanyak 21.800 rumah telah hancur, baik sebagian maupun seluruhnya, hingga saat ini; sementara 34.000 rumah tangga masih mengalami kekurangan air dan 6.100 orang terus tinggal di 97 tempat pengungsian, demikian disampaikan pihak berwenang pada Senin (10/8).
Penilaian terhadap skala kerusakan akibat gempa tersebut belum final, karena pemeriksaan terhadap bangunan-bangunan itu masih berlangsung.
Pada 28 Juli lalu, gempa bumi bermagnitudo 7,1 melanda lepas pantai Kumamoto, hingga memicu peringatan tsunami di Teluk Ariake dan Teluk Yatsushiro.
Gempa susulan bermagnitudo 6,1 terjadi dalam waktu kurang dari satu jam setelahnya.
Menurut laporan terbaru, 39 orang tewas akibat bencana alam tersebut.
Sumber: SPutnik/RIA Novosti
Baca juga: AS kirim 16 ton air minum untuk korban gempa di Kumamoto
Baca juga: Gempa Kumamoto di Jepang: 9.200 warga mengungsi, 210 posko dibuka
Baca juga: Korban tewas gempa Jepang jadi 38 orang, ribuan warga masih mengungsi
Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.