Jakarta (ANTARA) - E-football menjadi nomor pertandingan esports dengan jumlah peserta negara terbanyak pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya setelah diikuti 24 Komite Olimpiade Nasional (NOC).

Berdasarkan pengumuman Dewan Olimpiade Asia (OCA) dalam laman resmi, Selasa, jumlah peserta e-football menjadi yang terbanyak di antara 11 nomor esports yang akan memperebutkan medali pada pesta olahraga terbesar Asia tersebut.

Gran Turismo 7 menempati urutan kedua dengan diikuti 16 NOC, sedangkan Fighting Games berada di posisi berikutnya dengan melibatkan 14 NOC.

Persaingan juga diperkirakan berlangsung ketat pada sejumlah gim yang populer di kawasan Asia. PUBG Mobile Asian Games Version diikuti 12 NOC, sementara Mobile Legends: Bang Bang, Honor of Kings, dan Pokemon Unite masing-masing melibatkan 11 NOC.

Baca juga: Dewa United Esports umumkan jadwal laga tim untuk MPL ID musim ke-18

Puyo Puyo Champions juga diikuti 12 NOC, sedangkan Identity V Asian Games Version melibatkan 10 NOC.

Sementara, League of Legends dan Naraka: Bladepoint masing-masing diikuti delapan NOC sekaligus menjadi dua nomor dengan jumlah negara peserta paling sedikit pada kompetisi esports Asian Games kali ini.

Secara keseluruhan, cabang esports mempertandingkan 11 nomor medali. Pertandingan akan berlangsung di Aichi Sky Expo pada 23 September hingga 2 Oktober, atau berada dalam rangkaian Asian Games Aichi-Nagoya yang digelar pada 19 September hingga 4 Oktober.

Baca juga: Wamenekraf tekankan pentingnya standar kompetensi industri esports

Berikut jumlah NOC peserta pada 11 nomor esports Asian Games 2026:

E-football: 24 NOC
Gran Turismo 7: 16 NOC
Fighting Games: 14 NOC
PUBG Mobile (Asian Games Version): 12 NOC
Puyo Puyo Champions: 12 NOC
Honor of Kings: 11 NOC
Mobile Legends: Bang Bang: 11 NOC
Pokemon Unite: 11 NOC
Identity V (Asian Games Version): 10 NOC
League of Legends: 8 NOC
Naraka: Bladepoint: 8 NOC

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Imam Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.