Jakarta (ANTARA) - Perguruan tinggi riset publik di Beijing, China, Institute of South-South Cooperation and Development (ISSCAD) dari Peking University menyatakan kesiapan memperluas kerja sama dengan Kementerian Transmigrasi melalui riset bersama dan pertukaran akademik untuk mendukung pembangunan kawasan transmigrasi.
Ketua Dewan Manajemen National School of Development Peking University Prof Lei Xiaoyan mengatakan kerja sama tersebut dapat dikembangkan menjadi platform jangka panjang yang tidak berhenti pada penyelenggaraan seminar.
“Kami berharap dapat membangun platform jangka panjang untuk riset bersama yang terarah mengenai tata kelola kependudukan, pembangunan wilayah yang berimbang, dan jaminan sosial,” kata Lei dalam acara "Seminar on China's Development Model" di Jakarta, Selasa.
Selain riset bersama, ia menyebut peluang kerja sama dapat mencakup kolaborasi akademik secara berkala, pertukaran pemuda, serta dialog antarlembaga kajian atau think tank.
ISSCAD juga membuka peluang bagi aparatur Kementerian Transmigrasi untuk mengikuti program gelar bidang pembangunan nasional.
Lei mengatakan ISSCAD berfokus pada pertukaran pengetahuan pembangunan, pendidikan bagi pejabat pemerintah, serta penguatan dialog akademik dan kebijakan di antara negara-negara berkembang.
Dalam seminar tersebut, pengalaman yang dibagikan mencakup tata kelola pemerintahan, pembangunan pertanian dan industri, serta pengentasan kemiskinan.
Lei mengatakan Peking University memiliki pengalaman tidak hanya dalam penelitian, tetapi juga dalam pendampingan wilayah di China dalam upaya pengentasan kemiskinan.

Meski demikian, ia menekankan pertukaran pengetahuan tersebut tidak bersifat satu arah. Pihaknya juga ingin mempelajari pengalaman pembangunan Indonesia sebagai bagian dari proses pembelajaran bersama.
“Kami juga ingin belajar lebih banyak dari Indonesia dan dari pengalaman Indonesia sendiri,” ujar dia.
Kementerian Transmigrasi telah memberangkatkan 36 peserta ke China pada Mei 2026 untuk mengikuti pelatihan pengembangan kawasan transmigrasi dan pengentasan kemiskinan.
Peserta berasal dari unsur pemerintahan, pelatih balai transmigrasi, transmigran, serta akademisi dari 10 perguruan tinggi.
Pelatihan berlangsung pada 9-22 Mei 2026 melalui perkuliahan, diskusi, dan kunjungan lapangan. Hasil pembelajaran diarahkan menjadi policy paper dan buku panduan implementatif yang dapat diterapkan di kawasan transmigrasi serta menjadi bahan pembekalan Tim Ekspedisi Patriot.
Kerja sama berlanjut pada Agustus 2026 ketika Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong menyatakan dukungan terhadap transformasi transmigrasi Indonesia serta membuka peluang bagi pemerintah daerah dari kawasan transmigrasi untuk mempelajari pembangunan perdesaan dan revitalisasi kawasan di China.
"Seminar on China's Development Model" diselenggarakan Kementerian Transmigrasi bersama Kedutaan Besar Republik Rakyat China di Indonesia dan Peking University melalui ISSCAD pada 11-12 Agustus 2026.
Forum tersebut membahas pembangunan nasional, reformasi ekonomi, tata kelola pemerintahan, serta kerja sama pembangunan antarnegara berkembang.
Sementara itu, Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengatakan penyelenggaraan seminar diharapkan tidak hanya menjadi pertukaran ilmu secara akademik, tetapi juga memperkuat kemitraan kelembagaan dan menghasilkan wawasan praktis bagi pengembangan kebijakan di Indonesia.
“Kami berharap seminar ini lebih dari sekadar pertukaran akademik. Semoga ini dapat memperkuat kemitraan kelembagaan, memperluas pemahaman, dan menghasilkan wawasan praktis yang dapat berkontribusi pada kebijakan dan praktik pembangunan yang lebih baik,” ujar Viva.
Pewarta: Aria Ananda
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.