Jakarta (ANTARA) - PT MRT Jakarta (Perseroda) tengah melakukan proses lelang untuk sejumlah paket pekerjaan proyek konstruksi lintas Timur-Barat yang menghubungkan Medan Satria (Bekasi) hingga Tomang, Jakarta Barat.

"Saat ini kita sedang membangun jalur Timur-Barat, Medan Satria-Tomang yang sekarang sedang dilakukan bidding untuk membangun beberapa paket pekerjaan," kata Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta, Farchad Mahfud dalam peresmian Stasiun MRT Blok A Visa Jakarta, Selasa.

Farchad mengatakan proyek lintas Timur-Barat tersebut dikerjakan secara paralel dengan pembangunan perpanjangan lintas Utara-Selatan menuju Kota.

Ia menjelaskan salah satu paket pekerjaan yang disiapkan berupa pembangunan bagian bawah tanah (underground section) dari kawasan perempatan Bank Indonesia, Thamrin-Kebon Sirih, menuju area yang disebut Kwitang-Senen.

Selain pembangunan jalur, MRT Jakarta juga tengah mempersiapkan pembangunan depo di wilayah Jakarta bagian timur sebagai bagian dari pengembangan lintas Timur-Barat.

Di sisi lain, pembangunan perpanjangan MRT lintas Utara-Selatan menuju Kota saat ini telah mencapai sekitar 63 persen. Rute itu ditargetkan dapat menikmati layanan MRT hingga Kota pada 2029.

Baca juga: MRT Jakarta buka peluang mitra hak penaman Stasiun Haji Nawi-Benhil

Sejak mulai beroperasi pada 2019, jumlah pengguna MRT Jakarta meningkat dari sekitar 70.000 penumpang per hari menjadi sekitar 135.000 penumpang per hari pada saat ini.

Sementara itu, tingkat ketepatan waktu (on-time performance) MRT Jakarta tercatat mencapai 99,9 persen. Kinerja tersebut menjadi bagian dari upaya MRT Jakarta mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik.

Selain mengembangkan jaringan transportasi, MRT Jakarta juga mengembangkan kawasan melalui skema pembiayaan kreatif (creative financing) tanpa mengandalkan pendanaan dari fiskal daerah maupun negara.

Berikut daftar stasiun di sepanjang Lintas Timur-Barat MRT Jakarta, yakni Kembangan, Batu Mulia, Teknologi, Kebon Jeruk, Tanjung Duren, Arjuna Selatan, Tomang, Grogol, Roxy, ​​​​Petojo, Cideng, Thamrin, Kebon Sirih,

Selain itu, Kwitang, Senen, Galur, Cempaka Baru, Sumur Batu, Pakulonan Barat, Pakulonan Timur, Perintis, Pulogadung, Penggilingan, Cakung Barat, Pulo Gebang, Ujung Menteng, dan Medan Satria.

Rencananya, lintas Timur-Barat akan beroperasi pada 2031, dan diperkirakan target penumpang per hari mencapai 284.000 orang.

Baca juga: Kendaraan menuju Kota dialihkan selama proyek MRT Fase 2A area Harmoni

Baca juga: Serap 3.800 pekerja konstruksi, Gibran apresiasi proyek MRT Jakarta

Baca juga: Ada penyempitan lalin di Jl. M.H. Thamrin imbas proyek MRT Fase 2A

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.