Jakarta (ANTARA) - Lari sekarang bukan sekadar olahraga untuk mengejar target jarak atau memperbaiki catatan waktu. Di tengah rutinitas yang makin padat, banyak orang mulai menjadikan lari sebagai cara sederhana untuk tetap aktif sekaligus menjaga kesehatan.

Manfaat lari yang paling sering dibicarakan tentu berkaitan dengan kebugaran dan membantu mengelola stres. Namun, ternyata ada sejumlah manfaat lain yang mungkin tidak terlalu disadari ketika seseorang rutin berlari.

Kementerian Kesehatan RI menyebut lari sebagai salah satu olahraga yang mudah dilakukan dan memiliki manfaat bagi kesehatan jantung. Aktivitas ini juga dapat membantu meningkatkan kebugaran fisik jika dilakukan secara rutin dan sesuai kemampuan tubuh.

Baca juga: Alasan jalan kaki lebih baik dari jogging dan lari bagi orang tertentu

Baca juga: Tujuh manfaat olahraga lari untuk kesehatan fisik dan mental

Lantas, apa saja manfaat lari yang mungkin sering luput dari perhatian?

1. Meningkatkan daya tahan tubuh

Salah satu manfaat lari yang sering luput adalah meningkatnya daya tahan tubuh. Ketika rutin berlari, jantung dan paru-paru dilatih untuk bekerja lebih efisien dalam memasok oksigen ke seluruh tubuh.

Seiring waktu, kondisi tersebut dapat membantu tubuh menjadi lebih terbiasa melakukan aktivitas fisik sehingga Anda tidak mudah kehabisan tenaga dalam menjalani kegiatan sehari-hari.

Misalnya, naik tangga, berjalan cukup jauh, atau harus bergerak aktif seharian bisa terasa lebih ringan karena tubuh sudah terbiasa mendapatkan latihan fisik secara rutin.

Jadi, manfaat lari tidak hanya terasa ketika Anda sedang berlari, tetapi juga dapat terbawa ke berbagai aktivitas sehari-hari.

2. Membantu menjaga kesehatan jantung

Lari juga dapat membantu menjaga kesehatan jantung. Saat berlari, detak jantung meningkat dan sistem pernapasan bekerja lebih aktif untuk memenuhi kebutuhan oksigen tubuh.

Jika dilakukan secara rutin, olahraga aerobik seperti lari dapat membantu meningkatkan kebugaran kardiovaskular. Jantung dan paru-paru pun mendapatkan latihan agar dapat bekerja lebih optimal.

Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa olahraga kardio atau aerobik dapat membantu meningkatkan kebugaran jantung dan paru-paru. Lari dan jogging termasuk aktivitas yang dapat dilakukan untuk melatih daya tahan kardiovaskular.

Namun, bukan berarti Anda harus langsung berlari dengan intensitas tinggi. Bagi pemula, lari ringan atau kombinasi antara berjalan dan berlari dapat menjadi pilihan untuk membiasakan tubuh bergerak.

3. Menjaga kesehatan tulang dan otot

Manfaat lain yang mungkin jarang dibahas adalah kaitan lari dengan kesehatan tulang dan otot. Lari termasuk aktivitas yang memberikan beban pada tubuh ketika kaki menapak permukaan.

Aktivitas fisik semacam ini dapat membantu mempertahankan kekuatan tulang sekaligus melatih otot, terutama otot pada bagian kaki dan tubuh bagian bawah.

Kementerian Kesehatan juga menyebut slow jogging sebagai salah satu aktivitas yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan tulang, otot, dan sendi apabila dilakukan secara rutin dan bertahap.

Meski begitu, lari sebaiknya tidak menjadi satu-satunya bentuk latihan. Anda juga bisa mengombinasikannya dengan latihan kekuatan agar aktivitas fisik menjadi lebih seimbang.

Baca juga: Lari bisa jadi terapi tambahan untuk mengatasi depresi

4. Membantu meningkatkan kualitas tidur

Setelah menjalani aktivitas sepanjang hari, tubuh tentu membutuhkan waktu untuk beristirahat. Menariknya, rutin berolahraga juga dapat membantu mendukung kualitas tidur.

Ketika tubuh aktif bergerak, Anda mungkin merasa lebih rileks dan lebih siap untuk beristirahat pada malam hari. Olahraga kardio secara rutin juga dikaitkan dengan kualitas tidur yang lebih baik.

Namun, waktu berolahraga juga perlu diperhatikan. Jika olahraga yang dilakukan terlalu dekat dengan waktu tidur justru membuat tubuh terasa lebih segar dan sulit mengantuk, Anda bisa memberikan jeda beberapa jam sebelum tidur.

Dengan menemukan waktu olahraga yang paling cocok, lari dapat menjadi bagian dari rutinitas harian yang membantu menjaga pola istirahat tetap teratur.

5. Membantu memperbaiki suasana hati

Manfaat lari tidak hanya dirasakan oleh tubuh, tetapi juga bisa memengaruhi suasana hati. Saat berolahraga, tubuh mengalami berbagai perubahan yang dapat memberikan efek positif terhadap mood.

Karena itu, tidak sedikit orang yang merasa pikirannya lebih segar setelah berlari. Selama beberapa puluh menit, perhatian bisa dialihkan dari pekerjaan, tugas, atau berbagai urusan yang sedang menumpuk.

Lari pun dapat menjadi semacam jeda dari rutinitas. Setelah selesai berolahraga, Anda bisa kembali menjalani aktivitas dengan kondisi pikiran yang terasa lebih ringan.

6. Membantu mengelola stres

Selain membuat suasana hati menjadi lebih baik, lari juga dapat membantu mengelola stres.

Rutinitas pekerjaan, tekanan target, masalah pribadi, hingga aktivitas sehari-hari terkadang membuat pikiran terasa penuh. Meluangkan waktu untuk berlari bisa menjadi salah satu cara memberikan ruang bagi tubuh dan pikiran untuk berhenti sejenak dari berbagai tekanan tersebut.

Aktivitas fisik secara rutin diketahui memiliki manfaat bagi kesehatan mental. WHO menyebut aktivitas fisik dapat membantu mengurangi gejala kecemasan dan depresi serta meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.

Meski demikian, lari bukan pengganti penanganan profesional jika seseorang mengalami masalah kesehatan mental. Olahraga dapat menjadi salah satu kebiasaan pendukung untuk menjaga kondisi tubuh dan pikiran.

7. Mendukung pengelolaan berat badan

Rutin berlari juga dapat membantu meningkatkan penggunaan energi oleh tubuh. Jika dibarengi dengan pola makan seimbang dan kebiasaan hidup sehat, aktivitas fisik seperti lari dapat mendukung pengelolaan berat badan.

Namun, lari sebaiknya tidak hanya dipahami sebagai cara untuk mengejar angka tertentu di timbangan. Fokus yang lebih penting adalah menjaga tubuh tetap aktif dan meningkatkan kebugaran secara keseluruhan.

Setiap orang juga memiliki kondisi tubuh dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, Anda tidak perlu memaksakan diri mengikuti target orang lain.

Baca juga: Lari bagus untuk jaga berat badan dan ringankan depresi

Baca juga: Psikolog: Olahraga lari dapat menurunkan tingkat kecemasan

8. Meningkatkan rasa percaya diri

Manfaat lari yang mungkin tidak langsung terasa secara fisik adalah meningkatnya rasa percaya diri.

Ketika Anda berhasil mempertahankan rutinitas olahraga, menyelesaikan jarak yang sebelumnya terasa sulit, atau sekadar konsisten menjalankan jadwal lari, biasanya ada rasa puas tersendiri.

Misalnya, pada awalnya Anda hanya mampu berjalan dan berlari selama 15 menit. Setelah beberapa minggu berlatih secara rutin, Anda mungkin sudah mampu berlari lebih lama.

Perkembangan tersebut dapat memberikan motivasi karena Anda bisa melihat sendiri perubahan kemampuan tubuh.

Namun, Anda tidak perlu membandingkan pencapaian dengan pelari lain. Kemampuan setiap orang berbeda. Bagi seseorang, lari selama 15 menit mungkin sudah menjadi pencapaian besar, sementara bagi orang lain mampu menyelesaikan 5 kilometer menjadi targetnya.

9. Membantu membangun kebiasaan hidup aktif

Ketika mulai rutin berlari, Anda mungkin tanpa sadar mulai memperhatikan kebiasaan lain dalam kehidupan sehari-hari.

Misalnya, Anda menjadi lebih memperhatikan waktu tidur, pola makan, asupan air, waktu istirahat, hingga kebutuhan tubuh untuk bergerak setelah terlalu lama duduk.

Lari akhirnya bukan sekadar olahraga, tetapi bisa menjadi pintu masuk menuju gaya hidup yang lebih aktif.

Hal ini juga sejalan dengan anjuran WHO yang menyebut bahwa aktivitas fisik dalam jumlah berapa pun lebih baik daripada tidak melakukan aktivitas fisik sama sekali. Waktu yang dihabiskan untuk duduk atau tidak banyak bergerak juga sebaiknya dikurangi.

Mulai secara perlahan dan sesuai kemampuan

Meski memiliki banyak manfaat, bukan berarti Anda harus langsung berlari jauh atau dengan kecepatan tinggi. Tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi, terutama jika sebelumnya Anda jarang melakukan olahraga.

Jika baru ingin mulai rutin berlari, Anda bisa mencoba kombinasi jalan cepat dan lari ringan. Setelah tubuh mulai terbiasa, durasi dan intensitas dapat ditingkatkan secara perlahan.

Kementerian Kesehatan juga mengingatkan pelari pemula agar tidak langsung berlari terlalu jauh atau terlalu cepat. Berolahraga secara bertahap dapat membantu tubuh menyesuaikan diri dengan aktivitas baru.

Selain itu, lakukan pemanasan sebelum berlari, gunakan perlengkapan yang nyaman, dan berikan waktu istirahat di antara sesi olahraga. Jika muncul rasa sakit atau keluhan yang tidak biasa dan menetap, sebaiknya hentikan aktivitas dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Pada akhirnya, lari memang bisa menjadi cara untuk membantu mengurangi stres. Namun, manfaatnya ternyata jauh lebih luas. Mulai dari meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kesehatan jantung, membantu menjaga tulang dan otot, mendukung kualitas tidur, hingga membuat suasana hati lebih baik.

Baca juga: Lari 30 menit setiap hari, ini 7 manfaatnya bagi kesehatan

Baca juga: 6 manfaat lari di siang hari untuk kesehatan, tak sekadar bakar kalori

Baca juga: Rekomendasi makanan yang harus dikonsumsi sebelum berlari

Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.