Jadi yang diintegrasikan bukan hanya jenjang dan bangunannya, tetapi juga pembelajaran, pengembangan guru, pembinaan karakter, pengembangan talenta, pemanfaatan fasilitas, dan penjaminan mutu
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengatakan penyelenggaraan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) mendukung pengembangan potensi hingga impian para peserta didik secara optimal.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan integrasi dalam SNT tidak hanya menyangkut jenjang pendidikan maupun bangunan sekolah, namun juga keseluruhan ekosistem pendidikan yang mendukung perkembangan murid.
“Jadi yang diintegrasikan bukan hanya jenjang dan bangunannya, tetapi juga pembelajaran, pengembangan guru, pembinaan karakter, pengembangan talenta, pemanfaatan fasilitas, dan penjaminan mutu. Dengan demikian perkembangan murid dapat didampingi secara lebih utuh dan berkelanjutan,” ujar Mendikdasmen Abdul Mu'ti dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Selasa.
Melalui pendekatan tersebut, Mendikdasmen mengatakan SNT diharapkan menjadi ruang tempat setiap murid tidak hanya belajar, namun juga mengenali dirinya, menemukan kekuatannya, mengembangkan talenta, dan membangun karakter untuk berani menata cita-cita masa depan.
Baca juga: Kemendikdasmen mulai kegiatan MPLS Sekolah Nasional Terintegrasi
Salah satunya ialah bagi Misel murid kelas VII SNT 7 Bogor yang memiliki ketertarikan pada bidang fisika, sains, komputer, koding dan kecerdasan artifisial (AI), serta Bahasa Inggris dan menyimpan satu impian besar untuk menjadi peneliti.
Ia mengatakan kesempatan menjadi bagian dari angkatan pertama SNT 7 Bogor membuatnya semakin bersemangat untuk mengenali potensi diri dan membawanya ke tingkat yang lebih tinggi.
“Saya sekolah di sini karena ingin memiliki fasilitas yang lebih baik, mengejar akademik saya, dan meningkatkan diri ke tingkat yang baru,” ujar Misel.
Ketertarikan Misel pun tidak berhenti pada satu bidang. Ia ingin terus mendalami sains dan komputer, sekaligus memperluas wawasannya karena memiliki cita-cita ingin menjadi peneliti yang mendalami makhluk hidup dan sejarah.
Cerita Misel menggambarkan potensi seorang anak tidak semata-mata ditentukan oleh medali, piala, atau prestasi yang telah diraih.
Baca juga: KSP: Sekolah Terintegrasi tonggak baru ekosistem pendidikan nasional
Setiap murid memiliki minat, kemampuan, dan potensi, yang dapat terus ditemukan serta dikembangkan melalui lingkungan belajar yang mendukung.
Kepala SNT 7 Bogor Fitriyani mengatakan pemetaan awal terhadap murid angkatan pertama menunjukkan keragaman potensi yang besar, mulai dari bahasa, sains, hingga seni.
Ia menyebutkan ada murid yang telah memiliki kemampuan berbahasa Inggris dan Arab, berprestasi dalam olimpiade, serta memiliki talenta seni, bahkan, salah seorang murid memiliki pengalaman di bidang seni tari hingga mewakili Indonesia di tingkat internasional.
“Dalam kondisi awal kami sudah melihat begitu banyak potensi bakat dan minat yang sangat luar biasa. Ada anak-anak yang potensinya di bahasa, sains, hingga seni,” kata Fitriyani.
Keragaman tersebut menjadi salah satu pijakan SNT 7 Bogor dalam membangun lingkungan belajar yang memberi kesempatan kepada setiap murid untuk berkembang sesuai dengan potensi masing-masing.
Baca juga: KSP: SNT upaya strategis hadirkan pendidikan bermutu hingga pelosok RI
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.