Beijing (ANTARA) - Pameran penerbitan digital utama China akan dibuka pada akhir Agustus, menampilkan sebuah area ekshibisi yang menyoroti integrasi budaya tradisional China dan gim daring untuk pertama kalinya.
Pameran Penerbitan Digital Internasional China (China International Digital Publishing Expo) ke-16 akan berlangsung dari 27 hingga 29 Agustus di Jinan, ibu kota Provinsi Shandong, China timur, menurut komite penyelenggara pameran tersebut pada Senin (10/8).
Dalam beberapa tahun terakhir, popularitas gim-gim buatan domestik China seperti "Black Myth: Wukong" telah membuktikan adanya terobosan teknologi dalam industri gim China, sekaligus menghidupkan kembali budaya tradisional China melalui transformasi kreatif dan pengembangan inovatif.
Pada 2025, pasar gim domestik China meraup pendapatan penjualan aktual sebesar lebih dari 350 miliar yuan (1 yuan = Rp2.654), meningkat 7,68 persen secara tahunan (year on year/yoy), dengan jumlah pengguna mencapai 683 juta, naik 1,35 persen dari tahun sebelumnya.
Lebih dari 500 ekshibitor diperkirakan akan menghadiri pameran tersebut, termasuk delegasi dari 20 daerah setingkat provinsi di seluruh China serta partisipan mancanegara dari 30 lebih negara dan kawasan, kata komite penyelenggara.
Akademi Pers dan Publikasi China (Chinese Academy of Press and Publication/CAPP), yang turut menyelenggarakan acara tersebut, akan memaparkan capaian sementara dalam penyusunan standar industri untuk penerapan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam pameran tersebut.
Pameran tersebut akan menampilkan satu forum utama, enam forum tematik dan lebih dari 80 kegiatan pendukung, dengan para peserta akan mendiskusikan penerbitan digital, kolaborasi manusia-mesin, pengembangan interdisipliner, dan komunikasi akademis global.
Pertama diselenggarakan pada 2005, pameran ini merupakan platform utama yang bertujuan untuk mendorong perkembangan industri penerbitan digital.
Pewarta: Xinhua
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.