Jakarta (ANTARA) - Koki Firhan Ashari menyampaikan perlunya upaya untuk terus mempromosikan kuliner khas daerah, termasuk di antaranya sajian Rabeg khas Banten.

Runner Up ajang kompetisi memasak MasterChef Indonesia Musim 6 itu menilai Rabeg belum begitu dikenal oleh masyarakat di luar wilayah Banten, jadi perlu lebih dipromosikan.

"Kalian tahu Rabeg? Baru dengar, kan? Rabeg itu adalah makanan Banten," katanya seusai konferensi pers "Ini Rasa Kita 2026" di Jakarta, Selasa.​​​​​​​

Menurut dia, sajian daging kambing berkuah cokelat khas Banten itu masih perlu dipromosikan kepada khalayak yang lebih luas.

Ia menyebut Rabeg sebagai semacam kari yang rasanya manis.

"Sebenarnya tuh turunnya dia dari kari juga. Cuma dia diubah sedemikian rupa kesukaannya si Sultan," katanya.

Rabeg termasuk kuliner warisan Kesultanan Banten yang menurut informasi Pemerintah Provinsi Banten hingga kini masih disajikan oleh warga di daerah seperti Serang.​​​​​​​

Baca juga: Solo Indonesia Culinary Festival sajikan 500 ragam makanan khas daerah

Guna mempromosikan kuliner khas daerah, ​​​​​​​Firhan menyampaikan, masakan tradisional bisa disajikan dengan sentuhan inovasi tanpa menghilangkan ciri khasnya.

"Kalau makanan Indonesia yang tampilannya sangat sederhana, biasa aku fusion-kan, jadi lebih modern," katanya.

Menurut dia, masakan tradisional yang disajikan dengan tampilan yang lebih menarik bisa lebih mudah diterima oleh kalangan masyarakat yang belum familier dengannya.

Ia juga menyampaikan bahwa promosi masakan tradisional seperti Rabeg bisa dilakukan dengan menghadirkan semacam gerai sementara untuk memperkenalkan makanan tradisional dengan pendekatan penyajian yang baru.

"Saya pernah bikin pop-up diner, yang saya angkat tuh makanan-makanan Indonesia, lebih dikenalkan ke orang-orang luar," katanya.

​​​​​​​Baca juga: Kiat berkreasi dengan kuliner khas daerah

Baca juga: Ayam masak ulu andalan warga Baturaja semasa berbuka puasa​​​​​​​

Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.