Jakarta (ANTARA) - Alumni MasterChef Indonesia Musim 5 Koki Yulita Intan Sari mengatakan Kalimantan Selatan memiliki beragam kuliner yang potensial dikenalkan lebih luas, tidak hanya Soto Banjar yang selama ini lebih dikenal masyarakat.

"Kalau orang nanya ke Kalimantan ngapain? Makan. Karena kita punya banyak banget kuliner. Cuma mungkin selama ini yang masih dikenal orang pasti Soto Banjar. Sebenarnya di luar itu masih banyak banget," ujar Yulita dalam acara Ini Rasa Kita 2026 di Jakarta, Selasa.

Yulita yang berasal dari Kalimantan Selatan mengatakan kekayaan kuliner daerah tersebut dapat menjadi ruang untuk mengembangkan berbagai kreasi makanan dengan tetap mempertahankan karakter bahan dan cita rasanya.

Baca juga: Menteri UMKM dukung soto banjar masuk identitas gastronomi dunia

Ia menyebut Ayam Bom, Ketupat Kandangan, serta berbagai olahan ikan sebagai beberapa kuliner khas Kalimantan Selatan yang menurutnya layak lebih dikenalkan.

"Ada Ayam Bom, kalau di kuliner Kalsel, Banjarmasin itu ada Ketupat Kandangan, ada olahan-olahan ikan," katanya.

Menurut Yulita, kekayaan hasil perairan juga menjadi salah satu keunggulan kuliner Kalimantan Selatan. Ia mengatakan karakter ikan yang digunakan dalam masakan daerah setempat memiliki cita rasa yang khas.

Baca juga: Sejarah dan resep Soto Banjar, mengulik kelezatan kuliner khas Kalsel

"Ikan kita punya air sungainya, memang bikin rasa ikan kita itu berbeda," ujarnya.

Ia secara khusus merekomendasikan ikan patin sebagai salah satu kuliner yang patut dicoba ketika berkunjung ke Kalimantan Selatan.

"Ikan patin the best, the best of the best. Patin ada di Banjar," kata Yulita.​​​​​​​

Baca juga: Menhub inginkan Bandara Syamsudin Noor diisi kearifan lokal

Yulita menilai pengenalan kuliner daerah perlu dilakukan dengan mengeksplorasi makanan yang belum banyak diketahui masyarakat. Menurut dia, langkah tersebut dapat membuka kesempatan bagi lebih banyak makanan khas daerah untuk dikenal di luar wilayah asalnya.

Dalam kesempatan yang sama, Runner Up MasterChef Indonesia Musim 6 Koki Firhan Ashari mengatakan Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang luas karena didukung beragam bahan dan rempah yang dapat diolah menjadi berbagai hidangan.

"Karena rempah-rempah pun kita punya banyak banget. Bermacam-macam rempah yang bisa diolah jadi satu menu, satu hidangan," ujar Firhan.

Baca juga: Ada "wadai 41 macam" di Kalsel Ramadan Cake Fair

Baca juga: Dislutkan Kalsel bagikan makanan olahan ikan cegah stunting

Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.