Jakarta (ANTARA) - Penggunaan eSIM untuk perjalanan luar negeri semakin diminati karena menawarkan akses internet tanpa perlu mengganti kartu SIM fisik. Teknologi ini memungkinkan wisatawan tetap terhubung selama berada di negara tujuan, mulai dari mengakses peta, memesan transportasi, hingga berkomunikasi dengan keluarga.
Namun, pengguna baru perlu memahami bahwa penggunaan eSIM tidak hanya sebatas membeli paket internet. Ada sejumlah tahapan yang harus dilakukan, mulai dari memastikan perangkat mendukung eSIM, memilih cakupan negara, memasang profil digital, hingga mengatur jalur data agar koneksi dapat digunakan saat tiba di luar negeri.
Sebelum berangkat, pengguna disarankan membandingkan paket data eSIM untuk perjalanan yang sesuai dengan negara tujuan, lama perjalanan, serta kebutuhan kuota internet. Selain itu, kompatibilitas perangkat juga perlu dipastikan karena dukungan eSIM berbeda pada setiap merek, model, versi regional, hingga status kunci operator (carrier lock).
Pemilihan kuota data sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan. Penggunaan ringan seperti navigasi, pesan instan, dan email memerlukan kuota yang berbeda dibandingkan aktivitas seperti rapat daring, streaming video, atau penggunaan hotspot untuk laptop.
Selain memperhatikan besaran kuota, pengguna juga perlu memahami aturan aktivasi paket. Sebagian eSIM baru aktif ketika terhubung ke jaringan di negara tujuan, sementara paket lainnya mulai berlaku saat profil diaktifkan. Karena itu, pemasangan profil sebaiknya dilakukan melalui koneksi Wi-Fi sebelum keberangkatan setelah membaca seluruh ketentuan penyedia layanan.
Setelah profil berhasil dipasang, pengguna dianjurkan memberi label pada setiap jalur SIM untuk menghindari kesalahan pengaturan. Dalam konfigurasi yang umum digunakan, SIM Indonesia tetap dipakai untuk panggilan dan SMS, sedangkan eSIM dipilih sebagai jalur data seluler. Data roaming pada SIM utama sebaiknya dinonaktifkan untuk menghindari biaya roaming yang tidak diinginkan.
Saat tiba di negara tujuan, pengguna cukup mengaktifkan jalur eSIM, memilihnya sebagai sumber data seluler, serta mengaktifkan data roaming pada eSIM apabila diwajibkan oleh penyedia layanan. Proses registrasi ke jaringan mitra biasanya memerlukan beberapa menit sebelum koneksi internet dapat digunakan.
Apabila koneksi belum tersedia, pengguna disarankan memeriksa kembali pengaturan dasar seperti status eSIM, jalur data, data roaming, jaringan otomatis, maupun masa berlaku paket. Penghapusan profil eSIM sebaiknya menjadi pilihan terakhir karena banyak QR code aktivasi hanya dapat digunakan satu kali.
Dengan persiapan yang tepat, eSIM dapat menjadi solusi praktis untuk menjaga konektivitas selama perjalanan internasional tanpa harus melepas SIM utama dari perangkat. Pengguna tetap disarankan memahami syarat aktivasi, cakupan negara, dan ketentuan paket sebelum keberangkatan agar layanan dapat digunakan secara optimal.
Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.