Banjarbaru (ANTARA) - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memperkuat 20 pondok pesantren di Kalimantan Selatan untuk membangun “Pesantren Aman” melalui konsolidasi pembahasan standar keamanan, identifikasi kebutuhan, kerja sama antar-pesantren, dan pendampingan organisasi.

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf “Gus Yahya” mengatakan konsolidasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan NU sejak awal tahun untuk memperkuat kerja sama pesantren dalam mewujudkan konsep Pesantren Aman.

“Di situ dibicarakan tentang standar keamanannya apa saja, apa kebutuhan-kebutuhan yang ada dan diidentifikasi, kemudian bagaimana kita bisa melakukan kerja sama antar-pesantren untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan itu,” kata Gus Yahya pada kegiatan Gerakan Nasional Pesantrenku Aman di Pondok Pesantren Darul Ilmi di Banjarbaru, Kalsel, Selasa.

Ia mengatakan keterlibatan 20 pesantren menjadi langkah awal untuk mempertemukan kebutuhan masing-masing pesantren sekaligus mencari bentuk kerja sama yang dapat dilakukan dalam memenuhi kebutuhan keamanan.

“Alhamdulillah hari ini ada 20 pesantren yang ikut serta dalam kegiatan di PBNU ini. Mudah-mudahan ini sebagai langkah awal,” ujarnya.

Gus Yahya mengatakan tindak lanjut kegiatan tersebut akan dilakukan melalui program pendampingan yang melibatkan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan PBNU setelah kebutuhan masing-masing pesantren diidentifikasi.

Ia menyebutkan pendampingan akan dikoordinasikan secara struktural dari PBNU hingga cabang-cabang NU untuk membantu pesantren menjalankan langkah yang diperlukan sesuai hasil konsolidasi.

Menurut dia, kerja sama antar-pesantren penting agar kebutuhan dalam membangun Pesantren Aman dapat ditangani secara bersama melalui pertukaran pengalaman dan dukungan sesuai kondisi masing-masing.

“Kami berharap kegiatan tersebut menjadi awal dari program lanjutan yang memperluas keterlibatan pesantren sehingga upaya membangun Pesantren Aman dapat dilakukan secara berkelanjutan di lingkungan Nahdlatul Ulama,” ujar Gus Yahya.

Baca juga: PBNU luncurkan NU Harvest Maslaha untuk perkuat ekonomi syariah

Baca juga: Gus Yahya harap Muktamar tidak jadi ajang batu loncatan untuk Pemilu

Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.