Bengkulu (ANTARA) - Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) menanam 760 bibit terumbu karang di tiga titik perairan Pulau Tikus, Kota Bengkulu, sebagai upaya ikut memulihkan ekosistem terumbu karang di kawasan pesisir itu.
"Penanaman ini bukan sekadar menambah jumlah terumbu karang, tetapi menjadi langkah awal untuk memulihkan ekosistem Pulau Tikus. Kami menargetkan tingkat keberhasilan tumbuh mencapai 80 persen, sehingga pemantauan dan perawatan perlu dilakukan bersama," kata Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Rusminto Wahyudi di Bengkulu lewat pesan elektronik diterima di Bengkulu, Selasa.
Penanaman dilakukan melalui Fuel Terminal Pulau Baai bersama Stars Diving Bengkulu dan masyarakat dengan menggunakan 40 rak spider sebagai media transplantasi. Setiap rak berisi 19 bibit terumbu karang yang kemudian ditempatkan pada tiga kedalaman berbeda.
Rak transplantasi ditempatkan pada kedalaman sekitar 2 meter, 4-5 meter, dan 6-7 meter. Metode spider juga telah digunakan dalam penelitian rehabilitasi terumbu karang di Perairan Pulau Tikus dan menunjukkan potensi kelangsungan hidup karang yang baik pada kedalaman tertentu.
Target tingkat keberhasilan tumbuh hingga 80 persen membuat penanaman dilanjutkan dengan pemantauan dan perawatan. Langkah itu diperlukan untuk memastikan bibit yang ditanam dapat berkembang dan mendukung pemulihan ekosistem terumbu karang di kawasan Pulau Tikus.
Upaya pemulihan terumbu karang juga melibatkan masyarakat, termasuk kelompok sadar wisata (Pokdarwis) binaan Pertamina. Pelibatan warga diharapkan memperkuat kepedulian terhadap ekosistem laut karena terumbu karang berkaitan dengan keberadaan biota laut dan potensi wisata di Pulau Tikus.
Penanaman 760 bibit dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026. Kegiatan di tiga titik perairan Pulau Tikus itu menjadi bagian dari upaya Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel bersama masyarakat untuk menjaga dan memulihkan ekosistem laut secara berkelanjutan.
Rusminto mengatakan keterlibatan masyarakat dan Pokdarwis diharapkan membuat upaya menjaga Pulau Tikus tidak berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi berlanjut melalui pemantauan dan perawatan terumbu karang.
“Dengan melibatkan masyarakat dan Pokdarwis, kami berharap kepedulian terhadap kelestarian Pulau Tikus dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat,” ujar Rusminto.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu Anshar Amin mengapresiasi kolaborasi Pertamina, komunitas, dan masyarakat dalam menjaga ekosistem laut Pulau Tikus.
"Konservasi membutuhkan aksi nyata dan keterlibatan banyak pihak. Apa yang dilakukan hari ini menjadi langkah positif untuk memulihkan terumbu karang sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan laut Bengkulu," kata Anshar.
Bagi Pulau Tikus, terumbu karang tidak hanya berfungsi sebagai habitat berbagai biota laut, tetapi juga menjadi salah satu penyangga alami yang membantu melindungi daratan dari gelombang laut. Kondisi ekosistem terumbu karang itu berkaitan dengan keberlanjutan kawasan pesisir dan aktivitas wisata di pulau kecil itu.
Baca juga: Basarnas Bengkulu kibarkan bendera "raksasa" di dasar laut
Baca juga: Pupuk Kaltim rehabilitasi 2,23 hektare terumbu karang di Bontang
Baca juga: Penelitian catat kepadatan hiu berjalan Raja Ampat tertinggi di dunia
Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.