Asyiknya jadi sutradara versi Raditya Dika

 Asyiknya jadi sutradara versi Raditya Dika

Raditya Dika dalam konferensi pers film "Koala Kumal" di Jakarta, Selasa (21/6/2016) (ANTARA News/Nanien Yuniar)

Jadi sutradara bisa lebih komplet menerjemahkan visi di kepala dari skenario ke layar lebar."
Jakarta (ANTARA News) - Raditya Dika harus mengerjakan banyak tugas saat menggarap film "Koala Kumal" yang diadaptasi dari novelnya. Selain menulis skenario, berperan jadi dirinya sendiri, ia juga duduk di bangku sutradara. Memang repot, tapi juga mengasyikkan.

"Jadi sutradara bisa lebih komplet menerjemahkan visi di kepala dari skenario ke layar lebar," kata Dika usai penayangan perdana "Koala Kumal" di Jakarta, Selasa.

Ini adalah film ketiga di mana ia bertugas sebagai aktor, sutradara dan penulis skenario sekaligus. Kali pertama dan kedua dirasa berat membagi tugas. Namun seiring bertambah pengalaman yang didapat, Dika mengaku lebih santai menjalaninya.

"Karena dari pengalaman pribadi, ingat patah hati yang dulu, terus nangis tiga hari," gurau dia.

Selepas "Koala Kumal", Dika ingin rihat sejenak untuk membuat karya-karya baru.

"Ada, tapi belum kepikiran. Mau libur dulu, mainan kucing," imbuh pria yang kerap mengunggah foto kucing peliharaannya di Instagram itu.

"Koala Kumal" berkisah tentang Dika (Raditya Dika) baru batal menikah karena pacarnya, Andrea (Acha Septriasa) selingkuh dengan James (Nino Fernandez). Patah hati hebat yang dialaminya menyulitkan Dika menulis bab terakhir bukunya. 

Ia kemudian bertemu Trisna (Sheryl Sheinafia) yang mengubah sudut pandang Dika terhadap dunia. Keduanya semakin akrab. Trisna mencoba membantu Dika menyembuhkan patah hatinya agar bisa lanjut menulis. 

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar