Jakarta (ANTARA) - Warga Pulau Sabira, Kabupaten Kepulauan Seribu, Agung, menyambut positif rencana pengalihan pengelolaan transportasi laut dari Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta kepada PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mulai 2027.
“Rencana pengalihan pengelolaan transportasi laut kepada Transjakarta sangat tepat,” kata dia di Jakarta, Selasa.
Menurut Agung, kebijakan tersebut dinilai dapat memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus memberikan akses transportasi yang lebih adil, aman, nyaman, dan terjangkau bagi warga kepulauan.
Ia mengungkapkan saat ini kapal Dishub DKI Jakarta hanya beroperasi tiga kali dalam sepekan dan kondisi ini menyulitkan mobilitas warga, terutama mereka yang membutuhkan layanan kesehatan secara rutin di rumah sakit daratan Jakarta.
"Kami sangat berharap jadwal kapal bisa ditingkatkan menjadi setiap hari dengan harga semakin terjangkau,” kata dia.
Selain untuk layanan kesehatan, kepastian jadwal juga penting bagi wisatawan yang ingin berkunjung agar tidak khawatir kesulitan mendapatkan tiket untuk perjalanan pulang.
Menurut dia, keterbatasan akses transportasi juga berdampak langsung terhadap perekonomian warga dan banyak wisatawan, termasuk pemancing, membatalkan kunjungan karena tidak adanya kepastian tiket.
“Kondisi ini turut berimbas pada menurunnya pendapatan pemilik homestay dan penyedia jasa kapal nelayan,” kata dia.
Dirinya berharap PT Transjakarta dapat menerapkan sistem tiket elektronik (tapping) yang transparan dan mudah diakses sehingga warga maupun wisatawan tidak lagi mengalami kesulitan dalam mendapatkan tiket serta dapat mencegah praktik percaloan.
"Kami berharap Transjakarta juga bisa menyediakan transportasi antarpulau. Mungkin bisa bersinergi dengan kapal tradisional milik warga untuk masuk dalam sistem JakLingko Laut," kata dia.
Sebelumnya, Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan, mengatakan kehadiran PT Transjakarta menggantikan Dinas Perhubungan DKI Jakarta dalam pelayanan transportasi laut dari daratan Jakarta ke sejumlah pulau pada 2027 akan mempermudah mobilitas warga setempat.
“Kemudahan akses transportasi akan berdampak langsung terhadap mobilitas warga, terutama dalam memperoleh layanan kesehatan, pendidikan, serta menunjang aktivitas ekonomi,” kata dia di Jakarta, Senin.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengungkapkan dirinya ingin transportasi ke Kepulauan Seribu dikelola oleh Transjakarta karena kepercayaan publik terhadap BUMD tersebut cukup besar.
Ia menilai performa dari Transjakarta saat ini terbilang sangat baik. Hal ini dibuktikan dengan Transjakarta yang telah mengelola kurang lebih hampir 10.000 bus. Selain itu, peningkatan pengguna Transjakarta juga semakin tinggi.
“Ini menunjukkan bahwa masyarakat Jakarta sekarang memberikan kepercayaan kepada Transjakarta. Berdasarkan itu, akhirnya saya memutuskan untuk mengelola transportasi dari, katakanlah Jakarta daratan, ke Kepulauan Seribu, itu akan dikelola oleh Transjakarta,” jelas Pramono di Jakarta Utara, Senin.
Baca juga: Ini alasan Pramono pilih Transjakarta kelola transportasi ke Pulau Seribu
Baca juga: Pram: Transjakarta kelola transporasi laut Kepulauan Seribu mulai 2027
Baca juga: Bupati sebut Transjakarta permudah mobilitas warga kepulauan
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.