Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata mendukung percepatan pengembangan daerah wisata Parapuar dan Golo Mori sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas, daya saing, dan keberlanjutan usaha pariwisata di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam kunjungan kerjanya di Labuan Bajo pada Senin (10/8) meninjau Parapuar dalam rangka memetakan kebutuhan serta prioritas pengembangan pariwisata di daerah itu.

"Infrastruktur dasar terus disiapkan bersamaan dengan masuknya minat investasi untuk fasilitas olahraga, wellness, kuliner, hingga glamping," katanya sebagaimana dikutip dalam keterangan pers kementerian yang dikonfirmasi di Jakarta pada Selasa.

Parapuar adalah lahan otoritatif yang dikembangkan oleh Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF).

Luas lahan Parapuar yang dinilai telah berstatus clear and clean mencapai 129,6 hektare. Selain itu, ada tambahan area kantong seluas 3.361 meter persegi yang merupakan bagian dari koridor akses masuk ke Parapuar dari Jalan Trans-Flores.

Beberapa aspek dalam pengembangan pariwisata di Parapuar dinilai masih membutuhkan lebih banyak perhatian, termasuk infrastruktur jalan, ketersediaan air bersih, pengelolaan sampah, optimalisasi daya tarik wisata, dan peningkatan investasi.​​​​​​​

Pengembangan sarana dan prasarana Tourist Information Center (TIC) sedang dilaksanakan di Lot A1 Kawasan Parapuar. ​​​​​​​

TIC yang akan dilengkapi dengan sarana etalase produk ekonomi kreatif lokal itu dirancang sebagai fasilitas pelayanan informasi bagi wisatawan sekaligus ruang promosi dan pemasaran produk lokal unggulan.

Sarana dan prasarana pendukung usaha pariwisata yang lain di Parapuar masih dalam tahap pembangunan.

BPOLBF menyiapkan sarana pendukung kegiatan trekking di Parapuar guna menghadirkan daya tarik wisata baru dan menambah pilihan aktivitas wisata di Labuan Bajo.​​​​​​​

Menteri Pariwisata meminta BPOLBF meningkatkan perannya sebagai orkestrator pengembangan pariwisata di Labuan Bajo dan kawasan Floratama.

BPOLBF juga diharapkan dapat menghubungkan pemerintah daerah, masyarakat, pelaku usaha, dan investor dalam upaya pengembangan pariwisata yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat luas.

Baca juga: Festival Golo Koe rayakan pertemuan iman dan tradisi di Labuan Bajo

Dalam kunjungan kerjanya di Labuan Bajo, Menteri Pariwisata juga meninjau Golo Mori Convention Center, yang dikembangkan sebagai salah satu pusat pertemuan, konvensi, dan pameran ​​​​​​​(Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition/MICE).​​​​​​​​​​​​​​

Golo Mori Convention Center menawarkan pemandangan lanskap perbukitan hijau yang berbatasan langsung dengan laut serta gugusan pulau di kawasan Taman Nasional Komodo.

Berdasarkan data InJourney, ​​​​​​​Golo Mori sepanjang 2025 tercatat menerima 28.405 kunjungan wisatawan serta menjadi tempat pelaksanaan 31 kegiatan berskala lokal, nasional, dan internasional.

Angka kunjungan wisatawan di daerah itu selama Januari hingga Juli 2026 diperkirakan mencapai 15.938 orang. Selama kurun itu, tujuh kegiatan dilaksanakan di Golo Mori.

Menteri Pariwisata menekankan bahwa pemerintah berupaya memastikan destinasi pariwisata prioritas Labuan Bajo bisa berkembang secara berkelanjutan.

Ia menyampaikan bahwa pertumbuhan usaha dan investasi di sektor pariwisata harus berjalan seiring dengan upaya pelestarian budaya dan lingkungan serta peningkatan manfaat ekonominya bagi masyarakat setempat.

"Dengan demikian, harapannya investasi meningkat, budayanya tetap hidup, alamnya terjaga, dan yang paling penting, masyarakat lokal semakin besar menikmati manfaat dari pariwisata," katanya.

Baca juga: BPOLBF dan Kemenpar tingkatkan daya tarik wisata darat di Labuan Bajo

​​​​​​​Baca juga: Danantara berinvestasi di Labuan Bajo, dorong wisata dan ekonomi lokal

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.