Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan tantangan Jakarta untuk bertransformasi menuju kota global tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga penguatan kohesi sosial, harmoni, dan moral di tengah masyarakat yang semakin beragam.

"Jakarta sedang bertransformasi menjadi kota global. Tantangannya bukan hanya soal infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga kesenjangan sosial, disinformasi, polarisasi, degradasi moral, serta bagaimana menjaga harmoni dalam keberagaman,” kata Pramono menghadiri Pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tingkat Kota/Kabupaten se-DKI Jakarta Masa Khidmat 2025–2030, di Balai Kota, Selasa.

Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat sinergi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai bagian dari upaya mewujudkan Jakarta kota global yang tetap berlandaskan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.

Pemprov DKI Jakarta juga menyatakan dukungan penuh terhadap arah kebijakan dan program kerja MUI Provinsi DKI Jakarta periode 2025–2030.

Dukungan tersebut mencakup penguatan moderasi beragama, penolakan terhadap ekstremisme dan intoleransi, serta penyusunan panduan keagamaan yang adaptif terhadap berbagai isu baru.

"Pemprov DKI mendukung orientasi MUI 2025–2030, terutama dalam memperkuat moderasi beragama, menolak ekstremisme dan intoleransi, serta memberikan panduan yang responsif terhadap persoalan baru seperti kecerdasan buatan, ekonomi syariah, kesehatan mental, dan tantangan sosial perkotaan," ungkap Pramono.

Pramono juga berharap MUI terus memperkuat perannya hingga ke tingkat masyarakat sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan umat.

Ia mengatakan MUI perlu terus memperbarui metode dakwah agar tetap relevan dengan karakter masyarakat Jakarta yang modern, plural, dan digital.

"MUI diharapkan hadir sampai ke tingkat masyarakat, menjadi jembatan antara pemerintah dan umat, menyampaikan aspirasi masyarakat, memberi masukan terhadap kebijakan, serta terus memperbarui metode dakwah agar relevan dengan kehidupan masyarakat Jakarta yang modern, plural, dan digital," kata Pramono.

Lebih lanjut, Pramono menegaskan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk terus membangun kolaborasi strategis dengan MUI dan berbagai lembaga keagamaan lainnya.

Sinergi tersebut salah satunya diwujudkan melalui penyusunan peta jalan keumatan Jakarta 2025–2030 yang terintegrasi dengan RPJMD, penguatan kerukunan bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta membuka ruang bagi MUI menjadi mitra yang kritis dan konstruktif.

Sementara itu, Ketua MUI DKI Jakarta Gus Faiz Syukron Makmun berharap MUI terus menjadi rumah besar yang mampu mempersatukan seluruh elemen umat Islam. Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan yang selama ini diberikan Pemprov DKI Jakarta kepada MUI.

"Mudah-mudahan ke depan MUI bisa menjadi sarana perjuangan umat, menjadi rumah besar yang mengayomi semua perjuangan besar. Mudah-mudahan itu selalu dibersamai oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala," kata Gus Faiz.

Baca juga: Pemprov DKI dukung pemerintah pusat bangun gedung MUI di Bundaran HI

Baca juga: Pemkot Jaksel dan MUI berkolaborasi perkuat pembinaan umat

Baca juga: Sinergi Bank DKI dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta, Dorong Pemanfaatan Produk dan Layanan Perbankan Syariah

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.