Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Barat memperkuat kerja sama lintas sektor untuk intervensi percepatan penurunan kasus anak tengkes atau stunting.

"Kita harus memastikan bahwa seluruh intervensi berjalan secara terintegrasi mulai dari tingkat kota, kecamatan, kelurahan hingga RT, RW, dan keluarga," ujar Wakil Wali Kota Jakarta Barat Ali Murtadho di Jakarta, Selasa.

Menurutnya, upaya tersebut juga melibatkan unsur Kader Posyandu, Dasawisma, organisasi masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat serta dunia usaha.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, kata Ali, prevalensi stunting di Provinsi DKI Jakarta berada pada angka 17,2 persen.

"Sebagai tindak lanjut, Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat berbagai langkah strategis agar bisa menurunkan angka tersebut," kata Ali.

Ali menjelaskan angka prevalensi ditargetkan turun menjadi sekitar 15 persen pada tahun 2026, dan 12,8 persen pada tahun 2029, sesuai dengan arah kebijakan dalam RPJMD Provinsi DKI Jakarta Tahun 2025–2029.

Menurutnya, stunting bukan hanya sekadar persoalan tinggi badan anak, tetapi juga berkaitan erat dengan perkembangan otak, kecerdasan, produktivitas, kesehatan, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan.

"Anak mengalami stunting berisiko memiliki kemampuan belajar lebih rendah, produktivitas menurun dan rentan mengalami penyakit tidak menular ketika dewasa. Sebab itu, percepatan penurunan stunting merupakan investasi besar mewujudkan generasi emas Indonesia 2045," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas PPAPP Jakarta Barat, Dian Anggraini Susanty, mengatakan berdasarkan data Pra-Musrenbang Tematik Stunting 2026, prevalensi stunting di Jakarta Barat tercatat 2,23 persen atau 1.692 balita.

"Selain itu, terdapat sekitar 72.000 keluarga berisiko stunting yang masih memerlukan perhatian dan intervensi," kata Dian.

Dian menuturkan percepatan penurunan stunting terus diperkuat melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dunia pendidikan, dan masyarakat.

Baca juga: Cegah stunting, Pemkab Kepulauan Seribu edukasi calon pengantin

Baca juga: Pemkot Jaksel perkuat pencegahan stunting lewat kelas calon pengantin

Baca juga: DKI sasar remaja putri sosialisasikan B2SA untuk cegah stunting

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.