Harusnya pertengahan Oktober kita sudah masuk awal musim hujan. Namun dengan El Nino yang intensitasnya sangat kuat, ada potensi awal musim hujan mundur ke akhir Oktober atau bahkan awal November

Palembang (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut fenomena El Nino berstatus kuat menyebabkan kondisi Sumatera Selatan (Sumsel) semakin kering dan diperkirakan berlangsung hingga puncak musim kemarau pada Agustus-September 2026.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis di Palembang, Selasa, mengatakan kondisi iklim saat ini turut dipengaruhi fenomena El Nino yang berpotensi berkembang menjadi sangat kuat.

Selain El Nino, lanjutnya, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) juga mulai menguat dan turut mempengaruhi kondisi cuaca di Sumsel. Fenomena tersebut menyebabkan pasokan hujan ke wilayah Sumatera berkurang sehingga kondisi kering semakin terasa sejak Juni, Juli hingga awal Agustus.

Untuk puncak musim kemarau di Sumsel, kata dia, diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Baca juga: Menhut pastikan penguatan antisipasi karhutla saat fenomena El Nino

Pihaknya juga memperkirakan penguatan El Nino dapat berdampak terhadap mundurnya awal musim hujan di Sumsel. Sebab berdasarkan kondisi normal, awal musim hujan seharusnya mulai terjadi pada pertengahan Oktober.

Namun, apabila El Nino berkembang dengan intensitas sangat kuat, awal musim hujan berpotensi mundur hingga akhir Oktober atau awal November.

"Harusnya pertengahan Oktober kita sudah masuk awal musim hujan. Namun dengan El Nino yang intensitasnya sangat kuat, ada potensi awal musim hujan mundur ke akhir Oktober atau bahkan awal November," kata Wandayantolis.

Oleh sebab itu BMKG mengimbau masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan meningkatkan kewaspadaan selama periode Agustus dan September, terutama dalam menghadapi kondisi cuaca yang lebih kering.

Baca juga: Bappenas sebut pendanaan pemerintah memadai tangani dampak El Nino

Baca juga: BMKG: Puncak kemarau di Sumsel terjadi pada Agustus-September

Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.