Banda Aceh (ANTARA) - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menandai pembangunan baru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Pidie Jaya, Aceh yang sebelumnya hilang diterjang banjir akhir November 2025 lalu di atas tanah hibah masyarakat.

"Ini kita akan bangun dua lantai, yang bisa menampung seluruh keperluan warga masyarakat kita," kata Nasaruddin Umar, di Pidie Jaya, Selasa.

Pernyataan itu disampaikan Nasaruddin Umar usai melakukan peletakan batu pertama pembangunan baru MIN 5 yang terletak di Desa Seunong Kecamatan Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya.

Dalam momen ini, Menag Nasaruddin Umar juga menerima sertifikat hibah tanah dari tokoh masyarakat, sehingga pembangunan MIN 5 Pidie Jaya dapat dilaksanakan.

Lokasi madrasah baru ini masih berada di desa setempat, berjarak sekitar 350 meter dari titik semula atau bantaran sungai. Sehingga masih memudahkan siswa bersekolah.

Bangunan ini didirikan di atas lahan persawahan seluas 6.050 meter persegi, tanah tersebut merupakan hasil sumbangsih atau hibah masyarakat kepada Kemenag untuk dapat dibangun sekolah baru.

Pembangunan hingga penyediaan seluruh peralatan (meubelair) baru MIN 5 Pidie Jaya tersebut berkat bantuan anggaran sebesar Rp12 miliar dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag RI.

Nasaruddin mengatakan, pembangunan kembali MIN 5 Pidie Jaya ini merupakan janjinya kepada masyarakat setempat saat mengunjungi Pidie Jaya saat awal-awal terjadinya bencana.

"Alhamdulillah, beberapa saat setelah kejadian saya datang ke tempat ini, dan saya menjanjikan kepada warga masyarakat setempat. Insya Allah, sekolah yang hilang, mudah-mudahan akan datang penggantinya lebih baik lagi," ujarnya.

Dirinya menyampaikan, gedung sekolah ini didesain oleh arsitektur dari Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh secara sukarela. Di sana, telah tersedia masjid, hingga perumahan guru, laboratorium dan perpustakaan serta halaman dan kantin.

"Semua keperluan sekolah, insya Allah akan hadir di tempat ini, dan insya Allah mudah-mudahan sekolahnya akan jauh lebih baik dari yang telah meninggalkan kita," katanya.

Dirinya menegaskan, pembangunan ini ditargetkan selesai lebih cepat, tidak sampai setahun pengerjaan. Apalagi, semua anggaran telah tersedia. Mengingat, anak-anak masih sekolah sementara di balai pengajian.

"Semakin cepat lebih baik, supaya anak-anak kita nanti bisa menempati sekolah yang lebih memadai," tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Nasaruddin meminta kepada para orang tua murid, wali santri untuk mendoakan negara agar selalu diberikan keberuntungan, kedamaian untuk mengarungi bahtera masa depan bangsa yang berwibawa.

"Saya ucapkan, selamat kepada warga masyarakat setempat, terutama anak-anakku semuanya. Mudah-mudahan secepatnya bisa menempati sekolah baru yang indah, kuat dan berkah," ujar Nasaruddin Umar.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari menyampaikan bahwa pembangunan ini sedikit lama karena memang tanahnya baru didapatkan setelah adanya hibah dari masyarakat secara sukarela, hingga sertifikatnya selesai.

"Prosesnya sampai tiga bulan, sertifikat diserahkan, di hibah kepada Kemenag untuk dibangun kembali. Ini betul-betul kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah," demikian Azhari.

Baca juga: Menag ingatkan masyarakat tidak main hakim sendiri soal polemik LGBT

Baca juga: Di KUII, Menag ajak umat Islam dukung program prioritas pemerintah

Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.