Hingga hari ini, Selasa (11/8), memasuki hari kesepuluh dan belum sepenuhnya padam. Apinya terus berkobar karena dibawa angin yang kencang
Pasuruan, Jawa Timur (ANTARA) -
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan, Jawa Timur, mengerahkan tiga kendaraan tangki air dan satu kendaraan pemadam kebakaran untuk memadamkan kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Kabupaten Pasuruan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi mengatakan api masih membakar kawasan hutan dan lahan di area Bukit Pusung Dhuwur, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, dengan kondisi medan terjal dan angin kencang.
"Hingga hari ini, Selasa (11/8), memasuki hari kesepuluh dan belum sepenuhnya padam. Apinya terus berkobar karena dibawa angin yang kencang. Petugas juga dibantu dengan satu kendaraan pemadam milik Komando Distrik Militer 0819 Pasuruan" kata Sugeng dalam keterangan diterima di Pasuruan, Selasa.
Baca juga: BNPB: Pemadaman api di Bromo andalkan pasokan air Danau Ranu Pani
Menurutnya, kondisi angin kencang menyebabkan kobaran api melompati akses jalan raya yang menghubungkan kawasan Bukit Pusung Dhuwur sisi timur dan barat, sehingga api berpotensi meluas.
Petugas gabungan dari BPBD Kabupaten Pasuruan bersama pemadam kebakaran (damkar), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), juga TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api, BPBD Jawa Timur, TNBTS, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menggunakan penyekat untuk memadamkan titik-titik api berskala kecil yang masih dapat dijangkau secara manual.
Selain itu upaya pemadaman dengan helikopter melalui metode pengeboman air terus dilakukan sejak pagi.
Baca juga: BNPB: Pemadaman kebakaran Gunung Bromo diperluas ke 2 titik hari ini
Sugeng menjelaskan kebakaran di Pegunungan Argowulan dekat Penanjakan Tosari telah berhasil dipadamkan, sedangkan titik api di kawasan Pakis Bincil dan Dingklik masih belum sepenuhnya padam.
Sebanyak sekitar 100 orang terlibat dalam pemadaman manual untuk mengendalikan kobaran api yang masih terjadi di sejumlah titik kawasan TNBTS tersebut.
"Sekarang ini sudah memasuki hari kesepuluh pascakebakaran pertama di Lumajang dan mudah-mudahan volume kebakarannya semakin mengecil," kata Sugeng.
Baca juga: OMC untuk karhutla di Gunung Bromo belum bisa dilakukan
Baca juga: Kemenhut: Kunjungan taman nasional ditutup sesuai eskalasi karhutla
Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah/Fahmi Alfian
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.