Jakarta (ANTARA) - Kakorlantas Polri Irjen Pol. Wibowo mengingatkan jajaran bahwa distribusi barang maupun bahan pokok harus tetap lancar saat penerapan zero over dimension over loading (ODOL) yang dimulai pada 2027.
Hal itu disampaikan Wibowo saat memberikan arahan dalam Analisis dan Evaluasi (Anev) Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) bersama Polda jajaran seluruh Indonesia melalui zoom meeting, Selasa.
"Kegiatan zero ODOL ini jangan sampai mempengaruhi ketersediaan barang, terutama bapokting (bahan pokok dan barang penting), apalagi mempengaruhi stabilitas harga di lapangan," katanya dikutip dari keterangan diterima di Jakarta.
Ia juga menekankan pelaksanaan zero ODOL perlu dilakukan secara terukur dan mempertimbangkan kondisi nasional. Pasalnya, pada 2027, terdapat agenda besar berskala nasional, termasuk Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.
Di samping itu, Wibowo menegaskan pula penerapan zero ODOL tidak boleh hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga harus dibarengi langkah preventif dan pendekatan kepada para pengemudi.
Korlantas Polri, ujar dia, telah melakukan pendekatan kepada para sopir angkutan barang sebagai bagian dari upaya preventif. Ia mengharapkan pendekatan tersebut dapat diterapkan pula oleh jajaran kepolisian di daerah.
"Kami di jajaran Korlantas sudah melakukan pendekatan-pendekatan kepada sopir-sopir. Kemarin kita sudah memberikan bantuan, mungkin ini bisa juga dilakukan oleh masing-masing jajaran," katanya.
Dengan pendekatan preventif, penegakan hukum yang terukur, serta kolaborasi seluruh pihak, ia berharap penerapan zero ODOL dapat berjalan efektif sekaligus menjaga keselamatan lalu lintas.
Baca juga: Menhub Dudy tegaskan penanganan ODOL dilakukan hulu hingga hilir
Baca juga: Kemenko IPK: Kebijakan zero ODOL diharapkan bisa diterapkan awal 2027
Baca juga: Korlantas Polri-Jasa Marga kolaborasi penanganan kendaraan ODOL
Pewarta: Nadia Putri Rahmani
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.