Tindakan ini jelas masuk ranah penistaan agama dan ada konsekuensi hukuman pidananya dan saya pastikan akan kawal proses hukum ini sampai tuntas
Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni memastikan akan mengawal penanganan kasus dugaan penistaan agama pada festival musik "The Sounds Project” yang digelar di kawasan Ancol, Jakarta Utara, pada Minggu (9/8).
“Tindakan ini jelas masuk ranah penistaan agama dan ada konsekuensi hukuman pidananya dan saya pastikan akan kawal proses hukum ini sampai tuntas,” kata Sahroni dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Dalam festival musik tersebut, terdapat dugaan kegiatan promosi minuman keras (miras) berkedok tantangan hafalan surah dalam kitab suci Al Quran.
Baca juga: Polisi selidiki dugaan penistaan agama dalam festival musik di Ancol
Menurut dia, peristiwa tersebut bukan lagi sekadar strategi promosi merek, melainkan sudah menistakan agama tertentu. Maka dari itu, ia menilai harus ada pihak yang bertanggung jawab.
“Al Quran dan alkohol jelas berada dalam konteks yang bertentangan, si pembuat promosi pasti tahu itu. Jadi, patut diduga kuat ini disengaja demi sensasi promosi,” katanya.
Legislator dari komisi yang membidangi hukum itu pun meminta kepolisian mengusut secara tuntas peristiwa ini apabila terdapat unsur pelanggaran hukum. Dengan begitu, isu sensitif terkait SARA tidak terus digunakan sebagai strategi promosi.
“Lagian kan sudah pernah ada kejadian serupa sebelumnya, viral juga, jadi seharusnya semua pihak sudah paham akan konsekuensinya. Pokoknya jangan sampai isu SARA terus dijadikan cara untuk mencari sensasi dan keuntungan komersial. Rusak jika cara-cara seperti ini terus dipakai,” katanya.
Sebelumnya beredar sebuah video viral yang diunggah di media sosial X melalui akun @Jakartatalk yang memperlihatkan sebuah merek minuman beralkohol melakukan acara tantangan atau challenge terhadap salah satu pengunjung.
Dalam video yang diunggah, pengunjung membacakan salah satu surah dari Al Quran untuk mendapatkan hadiah minuman beralkohol.
Baca juga: Polisi kumpulkan barang bukti dugaan penistaan agama di festival musik
Menanggapi hal tersebut, pihak penyelenggara melalui akun resminya telah meminta maaf dan menyebutkan tantangan tersebut di luar arahan atau persetujuan pihak penyelenggara.
"Kami tidak pernah dan tidak akan pernah menoleransi bentuk penistaan agama atau tindakan yang menyinggung SARA oleh pihak mana pun yang beraktivitas di area acara kami, termasuk sponsor dan mitra kerja sama," tulis akun tersebut.
Sementara itu, Polres Metro Jakarta Utara tengah mengumpulkan barang bukti untuk menyelidiki dugaan penistaan agama yang terjadi saat festival musik berlangsung.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Utara Iptu Maryati Jonggi Siregar mengatakan petugas tengah memeriksa barang bukti yang ada, termasuk video yang beredar di media sosial.
"Kasus saat ini masih penyelidikan, masih didalami kejadian tersebut dan klarifikasi kepada pihak-pihak yang berkaitan dengan acara tersebut," kata dia.
Baca juga: Dugaan penistaan agama di festival musik, sejumlah pihak dilaporkan
Pewarta: Nadia Putri Rahmani
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.