Jakarta (ANTARA) - Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Raymond Indra memastikan isu pengaturan pertandingan atau matchfixing tak mengganggu program pemusatan latihan nasional (pelatnas) PBSI.

"Oh suasana (Pelatnas PBSI) mah biasa-biasa aja sih sebenarnya," kata Raymond kepada pewarta di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Rabu.

Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) saat ini tengah menyelidiki kasus dugaan pelanggaran integritas yang dilakukan oleh beberapa pebulu tangkis dalam sejumlah pertandingan.

Meski belum ada nama atlet yang masuk dalam laporan pelanggaran BWF, namun nama-nama Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu serta Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil yang mundur dari Kejuaraan Dunia 2026 turut memunculkan spekulasi di kalangan penggemar mengenai kemungkinan kaitannya dengan isu pengaturan pertandingan.

Baca juga: Raymond/Joaquin berambisi rebut medali juara Kejuaraan Dunia BWF

Mengenai kasus pelanggaran ini, Raymond mengaku tidak ingin mengambil pusing karena sudah ditangani oleh pihak yang berwenang.

Walau demikian, pasangan ganda dari Nikolaus Joaquin tersebut menilai bahwa dengan adanya dugaan kasus yang menyeret nama-nama pebulu tangkis Indonesia ini juga menjadi pelajaran berharga baginya. Senada, Joaquin juga akan mengambil hikmah dari dugaan kasus pelanggaran integritas tersebut.

"Ya pelajaran aja juga buat kami. Ya kalau menurut saya kan kita jadi atlet juga bukan cari itu sih sebenarnya kalau saya," tutur Raymond.

"Sama," timpal Joaquin.

Saat ini Raymond/Joaquin tengah dalam persiapan menatap Kejuaraan Dunia BWF 2026 yang berlangsung di Arena Indira Gandhi, New Delhi mulai 17-23 Agustus mendatang.

Baca juga: Raymond/Joaquin ungkap persaingan ganda putra kian sengit di pelatnas

Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.