Jakarta (ANTARA) - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mendorong penguatan hilirisasi emas di Indonesia guna memanfaatkan potensi komoditas tersebut tidak hanya untuk perhiasan dan investasi, tetapi juga sebagai bahan baku industri bernilai tambah tinggi.

Deputi Bidang Hilirisasi Investasi Strategis Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Heldy Satrya Putera di Jakarta, Rabu mengatakan, emas menjadi salah satu komoditas yang tengah didorong, karena memiliki peran penting bagi pengembangan industri manufaktur, termasuk sektor elektronik dan semikonduktor.

Menurut dia, selama ini pemanfaatan emas di Indonesia masih banyak berfokus pada kebutuhan perhiasan serta investasi melalui penyimpanan emas. Padahal, emas juga memiliki potensi untuk mendukung kebutuhan industri teknologi.

"Sebetulnya kita menggunakan atau memanfaatkan emas, mengolah emas itu baru untuk satu, perhiasan. Yang kedua kita mengolahnya hanya untuk kebutuhan investasi karena kita mau simpan emas itu. Kita bikin juga bullion di Indonesia, itu dalam rangka juga di banyak negara lain dipakai untuk cadangan dan sebagainya," ujarnya.

Heldy menyampaikan, emas juga dibutuhkan dalam industri elektronik, termasuk untuk pembuatan produk semikonduktor. Meskipun porsinya tidak sebesar bahan baku lainnya.

Ia menambahkan, pemerintah terus berupaya memastikan ketersediaan bahan baku industri di dalam negeri guna memberikan kepastian bagi investor yang ingin membangun industri hilir.

Baca juga: MIND ID kawal hilirisasi tembaga dan emas terintegrasi

Baca juga: Kemenkeu rancang bea keluar emas 7,5-15 persen demi perkuat hilirisasi

Sementara itu, Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin menyatakan pihaknya mendukung penguatan cadangan devisa negara sesuai dengan kebijakan dan ketentuan Bank Indonesia melalui produksi emas di dalam negeri.

“Emas merupakan produksi dalam negeri yang berpotensi menjadi sumber aset strategis yang dapat mendukung penguatan cadangan devisa negara,” ujar Maroef dalam acara MINDialogue dengan tema “Komoditas untuk Negeri: Strategi Penguatan Cadangan Mineral untuk Stabilitas dan Kedaulatan Ekonomi RI” yang digelar di Jakarta, Rabu.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkap tim ekspedisi lintas lembaga yang dipimpin oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah menemukan cadangan emas dan cadangan sejumlah mineral baru di daerah pegunungan di Papua.

Temuan baru itu baru dilaporkan beberapa jam sebelum Presiden berpidato dalam acara peluncuran mandatori B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7).

"Ekspedisi ilmiah kita baru bekerja, kalau tidak salah, baru berjalan 2 atau 3 minggu di pegunungan Papua, tim dari BRIN dengan beberapa universitas, dibantu TNI, menemukan cadangan emas dan cadangan mineral-mineral yang sangat besar," kata Prabowo saat acara peluncuran B50 di hadapan sejumlah pejabat negara dan perwakilan dari dunia usaha.

Oleh karena itu, Presiden mengajak seluruh kalangan untuk membangun rasa optimisme yang sama terhadap masa depan Indonesia.

Baca juga: Antam yakin penuhi kebutuhan emas RI lewat kolaborasi bullion bank

Baca juga: Pemerintah siapkan BK emas hingga 15 persen, tarif hilir lebih rendah

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.