Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur (Jaktim) mengungkap sejumlah kendala dalam memadamkan kebakaran sebuah pabrik bingkai di Jalan Lampiri Raya Nomor 28, RT 02 dan RT 04, RW 012, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Rabu dini hari.

"Kita memang terima berita jam 00.25 dini hari. Tidak lama kemudian kita berangkat sampai ke lokasi kebakaran memang karena jam 00.25 WIB masih cukup lenggang jalannya, namun mencapai titik lokasi ini aksesnya agak kecil. Sehingga, mobil-mobil kita agak sedikit terlambat untuk sampai ke lokasi kebakaran," kata Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur Muchtar Zakaria di Jakarta, Rabu.

Begitu sampai di lokasi kebakaran sekitar pukul 00.31 WIB, pihaknya langsung berupaya melakukan pemadaman awal. Namun, banyaknya kabel di sekitar lokasi menjadi kendala awal dan petugas harus lebih berhati-hati mendekati titik api.

"Cukup banyak kabel-kabel ini, kita sudah berimbas segala macam dan sebagainya, sehingga kita terkendala awal itu adalah dari PLN. Jadi, kita agak hati-hati untuk melakukan upaya pemadaman awal," ujar Muchtar.

Kendala lainnya adalah keterbatasan sumber air. Dia menyebut, lingkungan sekitar lokasi kebakaran merupakan kawasan yang cukup padat, sementara sumber air yang dapat digunakan berada cukup jauh.

Baca juga: Kebakaran melanda pabrik bingkai di Duren Sawit Jaktim

Personel Gulkarmat Jakarta Timur harus mengambil air dari Kalimalang yang berjarak sekitar 2 hingga 2,5 kilometer dari lokasi kebakaran.

Untuk menjaga pasokan air tetap tersedia, petugas menyiagakan dua unit penyedot air. Air kemudian dialirkan secara bergantian dari satu unit ke unit lainnya hingga mencapai titik kebakaran.

Meski jaraknya cukup jauh, Muchtar menyebut suplai air dari Kalimalang berjalan lancar. Tidak terjadi keterlambatan pasokan air hingga proses penanganan berlangsung pada pagi hari.

Api berhasil dilokalisir sekitar pukul 03.00 WIB. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kobaran api merambat ke rumah-rumah warga lainnya.

"Titik api awal ini adalah adanya di pabrik bingkai, kemudian ada salah satu rumah warga yang terimbas ikut terbakar," katanya.

Muchtar mengatakan, kondisi lingkungan yang padat membuat upaya pelokalisiran menjadi penting. Sebab, bangunan pabrik yang terbakar berada berdekatan dengan rumah warga.

Baca juga: Kebakaran pabrik bingkai di Jaktim hanguskan belasan bangunan

Setelah api berhasil dilokalisir, petugas melanjutkan proses pendinginan hingga pagi hari. Namun, tahapan ini kembali menghadapi kendala karena bangunan pabrik telah roboh.

"Bangunan sudah roboh, jadi titik-titik api itu tertutup oleh seng-seng yang perlu harus kita geser dan perlu kita urai supaya benar-benar proses pendinginannya maksimal," jelasnya.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Gulkarmat membutuhkan kendaraan berat untuk menggeser dan memindahkan material bangunan. Dengan begitu, petugas dapat membuka akses menuju titik-titik api yang masih tersembunyi di bawah reruntuhan.

Muchtar memastikan petugas terus melakukan pendinginan dan penyisiran di area terdampak. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi kembali menyala.

Sebanyak 25 unit kendaraan pemadam kebakaran dikerahkan, rinciannya 20 unit berasal dari wilayah DKI Jakarta, sementara lima unit lainnya merupakan bantuan dari Kota Bekasi.

Dari segi personel, penanganan melibatkan sekitar 125 petugas, dengan rincian 100 personel dari Jakarta dan 25 personel dari Kota Bekasi.

Baca juga: Warga dengar ledakan saat pabrik bingkai di Jaktim terbakar

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.