Jakarta (ANTARA) - Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) bersama Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) berkolaborasi dalam upaya percepatan transisi energi hingga ke tingkat daerah.

Direktur Proyek dan Operasi Pertamina NRE sekaligus Ketua Umum METI Norman Ginting dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, mengatakan penguatan ekosistem energi terbarukan di daerah merupakan bagian penting dalam memperluas pemanfaatan energi bersih sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

“Kolaborasi seperti ini perlu terus diperkuat agar energi terbarukan tidak hanya menjadi sumber energi bersih, tetapi juga dapat menjadi penggerak ekonomi dan membuka peluang baru bagi daerah,” kata Norman.

Lebih lanjut, ia mencontohkan daerah seperti Sulawesi Utara yang dinilai menjadi wilayah strategis karena telah menunjukkan capaian dalam pemanfaatan energi terbarukan.

Provinsi ini tercatat memiliki bauran energi baru dan terbarukan mencapai 32 persen, yang didominasi energi panas bumi.

Norman mengatakan, sekitar 24 persen kebutuhan listrik Sulawesi Utara juga telah dipasok dari panas bumi.

“Sulawesi Utara menunjukkan bahwa potensi energi terbarukan dapat menjadi kekuatan daerah sekaligus bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional,” ujar Norman.

Di sisi lain, provinsi ini memiliki potensi energi terbarukan yang beragam, mulai dari surya, angin, energi laut, bioenergi, hidro, hingga panas bumi.

“Dengan potensi yang besar dan pengalaman dalam pemanfaatan panas bumi, Sulawesi Utara dapat menjadi salah satu contoh bagaimana daerah berperan aktif dalam mendorong transisi energi,” kata dia.

Menurut Norman, pengembangan energi terbarukan perlu dilanjutkan melalui kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, masyarakat, dan generasi muda.

Dalam konteks tersebut, METI wilayah berperan sebagai instrumen untuk memperkuat ekosistem energi terbarukan di daerah, antara lain melalui advokasi dan sinkronisasi kebijakan, menjadi jembatan antara investor dan mitra lokal untuk realisasi proyek, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor energi terbarukan.

Sulawesi Utara menjadi METI wilayah pertama di kawasan timur Indonesia, setelah sebelumnya METI hadir di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, dan Jawa Barat.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor serta peran METI sebagai katalisator ide, kebijakan, investasi energi ramah lingkungan, dan wadah edukasi bagi mahasiswa untuk menyiapkan SDM unggul di sektor energi terbarukan.

“Transisi energi adalah agenda bersama yang membutuhkan kontribusi dari seluruh wilayah dan generasi. Kami mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan semangat anak-anak muda di Sulawesi Utara yang ikut mengambil bagian,” kata Norman.

Baca juga: IESR: PLTS jadi solusi percepatan transisi energi terbarukan

Baca juga: RI dan China perkuat kemitraan untuk transisi energi dan aksi iklim

Baca juga: KESDM: Potensi EBT 3.687 GW buka ruang pengembangan energi bersih RI

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.