Jakarta (ANTARA) - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) siap mengembangkan pusat perekonomian di kawasan transmigrasi sejumlah daerah berpotensi termasuk di wilayah Kepulauan Riau (Kepri) dan Sulawesi Barat (Sulbar).
Menteri Transmigrasi (Mentrans) Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, menyampaikan bahwa pemerintah siap melakukan transformasi kawasan transmigrasi tidak hanya menjadi permukiman dan pertanian tetapi juga pusat ekonomi yang mengembangkan sektor industri dan energi.
"Jadi tadi kalau bicara lokus, satu adalah Batam, Rempang dan Galang. Fokusnya industri dan beberapa juga sudah bahkan, saya sampaikan, kami diberikan semacam hak pengelolaan untuk 350 hektare yang ada di Galang," kata Mentrans Iftitah Sulaiman Suryanagara.
Dia menyoroti bahwa beberapa waktu lalu terdapat investor yang datang untuk memanfaatkan setengah lahan tersebut untuk pembangunan galangan kapal.
"Nilai investasinya cukup besar, mencapai triliunan rupiah. Tidak hanya memiliki nilai investasi tetapi juga dengan pemanfaatan tersebut dapat menyerap tenaga kerja lokal," ujarnya.
Mentrans menyebut bahwa pemanfaatan kawasan transmigrasi 150 hektare dapat menyerap tenaga kerja sekitar 21 ribu jiwa.
Baca juga: Mentrans sebut pertumbuhan kawasan transmigrasi ditopang SDM dan Iptek
Selain itu, Kementrans juga sedang fokus terkait pengembangan logam tanah jarang (LTJ) di wilayah Mamuju, Sulawesi Barat.
Dia menyebut bahwa dirinya sudah bertemu dengan PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) terkait potensi eksplorasi LTJ di Sulawesi Barat.
Kementrans juga sebelumnya sudah berdialog dengan kementerian/lembaga terkait eksplorasi di kawasan transmigrasi di Mamuju.
Dalam kesempatan tersebut, Mentras menyampaikan bahwa transformasi transmigrasi sedang berlangsung di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memfokuskan diri kepada pengembangan kualitas dibandingkan kuantitas.
Kementerian Transmigrasi juga menetapkan revitalisasi 45 kawasan transmigrasi prioritas nasional sebagai salah satu program utama dalam RPJMN 2025–2029, disertai pengembangan kawasan transmigrasi yang terintegrasi dan digitalisasi data kawasan.
Iftitah mengatakan pembangunan kawasan transmigrasi kini tidak lagi berfokus pada pembukaan lahan atau perpindahan penduduk, melainkan membangun ekosistem investasi yang mampu menciptakan nilai tambah, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kita bangun satu pembangunan ekonomi yang juga terintegrasi," ujar Mentrans.
Baca juga: Mentrans: Kawasan transmigrasi disiapkan jadi pusat ekonomi baru
Baca juga: Mentrans sebut kawasan transmigrasi RI tarik minat investor global
Baca juga: Bappenas: Penguatan SDM jadi fondasi transformasi kawasan transmigrasi
Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.