Jakarta (ANTARA) - Korea Selatan (Korsel) mendorong penguatan kerja sama dengan Indonesia melalui pertukaran budaya yang berlandaskan kesamaan sejarah perjuangan kemerdekaan kedua negara.
Hal itu disampaikan Wakil Duta Besar Korea untuk Indonesia Chung Hae-Kwan usai membuka pameran foto "My Wish, Our Wish, Road to Freedom", yang mengangkat perjalanan perjuangan kemerdekaan Korea Selatan dan Indonesia, termasuk kisah tokoh pergerakan kemerdekaan Korea, Kim Koo.
"Indonesia dan Korea memiliki tradisi serta warisan budaya yang berbeda. Namun, salah satu warisan sejarah penting yang kita miliki bersama adalah perjuangan kemerdekaan dan deklarasi kemerdekaan," kata Chung usai membuka pameran di ANTARA Heritage Center, Jakarta, Rabu.
Chung menjelaskan pameran foto yang mempertemukan kisah perjuangan Kim Koo dengan berbagai materi tentang pergerakan kemerdekaan Indonesia itu dapat menjadi landasan kuat untuk mengembangkan kerja sama budaya kedua negara.
Pertukaran budaya antara Indonesia dan Korea saat ini, termasuk tingginya popularitas K-pop dan budaya Korea di Indonesia, tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan dapat berkembang di atas hubungan sejarah dan budaya kedua negara.
Baca juga: Korsel angkat perjuangan kemerdekaan Korea-RI melalui pameran foto
Lebih lanjut, Chung menyoroti kedekatan momentum peringatan kemerdekaan Indonesia dan Korea Selatan, yang hanya terpaut dua hari.
Hari Kemerdekaan RI jatuh setiap tanggal 17 Agustus, sementara Korea Selatan memperingati Hari Pembebasan Nasional pada 15 Agustus.
Menurut dia, kedekatan waktu tersebut semakin menunjukkan adanya kedekatan sejarah dalam perjalanan kedua negara menuju kemerdekaan, meskipun proses dan latar belakang perjuangan masing-masing berbeda.
"Kita memiliki kesamaan warisan sejarah dan budaya yang sangat erat dalam perjuangan kemerdekaan. Oleh karena itu, hal ini memberikan landasan yang kuat bagi pertukaran budaya," katanya.
Seiring dengan penguatan hubungan Korea Selatan dan Indonesia menjadi Special Comprehensive Strategic Partnership pada April lalu, Chung berharap kedua negara tak hanya berbagi sejarah, tetapi juga memperluas kerja sama serta pertukaran budaya di masa mendatang.
"Saya rasa kita belum mencapai potensi penuh dari hubungan tersebut. Oleh karena itu, mungkin menjadi tanggung jawab kita bersama untuk terus berupaya meningkatkan kerja sama dan pembangunan kedua negara secara bersama-sama," ujarnya.
Baca juga: Korut luncurkan rudal balistik dan jatuh di luar area ZEE Jepang
Baca juga: Gelombang panas melanda sebagian besar Korea Selatan
Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.