Tokyo (ANTARA) - Badan Meteorologi Jepang (Japan Meteorological Agency/JMA) menyampaikan bahwa topan Chan-hom bergerak ke arah barat dan melemah menjadi depresi tropis pada Rabu (12/8) setelah mendarat di Prefektur Ibaraki, Jepang timur, pada malam sebelumnya.
Meskipun topan Chan-hom telah melemah secara signifikan saat berada di atas Laut Jepang, badan meteorologi itu memperingatkan adanya potensi banjir di sejumlah area dataran rendah dan luapan sungai pada Rabu di wilayah Tohoku, Jepang timur laut, serta wilayah Kanto-Koshin, termasuk Tokyo, akibat dampak yang masih tersisa dari badai tersebut.
Menurut JMA, topan ke-15 tahun ini, yang bergerak dengan arah tak lazim dari timur ke barat, merupakan topan pertama yang mendarat di Prefektur Ibaraki, Tokyo timur laut, sejak pencatatan dimulai pada 1951.
Jiji Press pada Rabu, mengutip Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana Jepang, melaporkan tujuh orang mengalami luka ringan, dengan dua orang di Prefektur Iwate, Jepang timur laut, serta empat orang di Prefektur Ibaraki dan satu orang di Prefektur Tochigi yang sama-sama berada di dekat Tokyo.
Petugas cuaca memperkirakan curah hujan hingga 150 mm di Tohoku, wilayah tengah Tokai, dan wilayah Kinki di barat dalam 24 jam hingga Kamis (13/8) pukul 06.00 waktu setempat, serta hingga 120 mm di Kanto-Koshin.T
Pewarta: Xinhua
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.