Manado (ANTARA) - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Joko Supratikto mengatakan Urban Digifest X Sulut Coffee Fest 2026 ditargetkan mampu membukukan transaksi sebesar Rp6 miliar.

"Kami menargetkan transaksi di tahun ini meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun lalu hanya Rp5,5 miliar," kata Joko pada Soft Opening Urban Digifest X Sulut Coffee Fest 2026, di Manado, Rabu.

Dia mengatakan tahun ini, pihaknya menargetkan ada sebanyak 60.000 yang akan mengunjungi Urban Digifest X Sulut Coffee Fest 2026 atau meningkat 10 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya 55 ribu orang.

Joko menjelaskan keberhasilan Urban Digifest tidak semata-mata diukur dari pencapaian angka transaksi saja, jumlah pengunjung maupun pembiayaan, tapi diharapkan mampu menciptakan multiplier effect yang berkelanjutan bagi UMKM, perekonomian daerah dan masyarakat Sulawesi Utara.

Urban Digifest 2026 mengusung tema “Rupa Rasa Kawanua: Meracik Tradisi, Menyeduh Inovasi.”

Joko menjelaskan, tema tersebut membawa tiga pesan utama. Pertama, rupa rasa Kawanua atau sebutan orang Manado, yang menggambarkan upaya mengangkat identitas dan potensi unggulan Sulawesi Utara.

“Rupa ini menggambarkan kekayaan karya dan kreativitas, sementara rasa ini merepresentasikan kekayaan kuliner dan komoditas unggulan Kawanua,” jelasnya.

Kepala BI Sulut mengatakan, kekayaan tersebut menjadi cermin identitas Sulawesi Utara yang perlu terus dijaga, dikembangkan dan dipromosikan.

Karena itu, Urban Digifest 2026 menghadirkan lebih dari 200 UMKM dengan berbagai produk kreatif unggulan daerah yang ditampilkan melalui sejumlah area, antara lain Wale Rupa yang berkaitan dengan wastra, fashion dan kerajinan, serta Wale Rasa yang menghadirkan makanan, minuman dan produk siap santap.

Baca juga: BI tingkatkan penggunaan QRIS di Tomohon International Flower Festival

Baca juga: BI menyerahkan sertifikat kompetensi UMKM Batik Sulut

Pewarta: Nancy Lynda Tigauw
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.