Tokyo (ANTARA) - Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi menekankan pentingnya untuk tidak mengenakan biaya atas pelayaran melalui Selat Hormuz dalam pembicaraan melalui telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

Takaichi menyampaikan hal itu di tengah penutupan jalur perdagangan tersebut secara efektif karena negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran mandek.

Berbicara kepada wartawan di kantornya di Tokyo, Rabu, Takaichi mengatakan bahwa dia juga menyampaikan kepada Presiden Pezeshkian bahwa Jepang menilai penting agar AS dan Iran untuk secepatnya menggelar pembicaraan dan mencapai kesepakatan, terutama mengenai masalah nuklir.

Baca juga: Houthi sebut kapal Jepang tidak akan diserang di Selat Bab el-Mandeb

Mengenai Selat Hormuz, Takaichi mengatakan kepada Pezeshkian bahwa navigasi yang bebas dan aman di Selat Hormuz penting untuk dipulihkan sesegera mungkin tanpa biaya tambahan.

Jepang, yang miskin akan sumber daya alam (SDA), sangat bergantung pada Timur Tengah untuk pasokan minyak mentah.

Selama pembicaraan telepon yang berlangsung sekitar 20 menit itu, Pezeshkian menjelaskan ke Takaichi soal posisi Iran, termasuk status dan prospek pembicaraan antara Iran dengan Oman terkait Selat Hormuz.

Baca juga: Seluruh kapal minyak terkait Jepang berhasil lintasi Hormuz

Sebelumnya, Senin (10/8), Takaichi juga berbicara dengan Sultan Oman Haitham bin Tariq al-Said.

Takaichi menyampaikan "keprihatinan mendalam" dari sudut pandang keamanan energi terkait situasi di Selat Bab el-Mandeb yang berada di ujung barat daya Semenanjung Arab.

Dia juga meminta Iran untuk mendesak kelompok Houthi di Yaman, yang bersekutu dengan Iran, agar menahan diri.

Sementara itu, otoritas Yaman mengatakan pada Selasa (11/8) bahwa kelompok Houthi, yang Juli lalu memblokade kapal-kapal Arab Saudi, telah melancarkan serangan mematikan terhadap sebuah kapal kargo di selat tersebut.

Selat bab el-Mandeb kini telah menjadi rute alternatif untuk pengangkutan minyak mentah di tengah penutupan efektif Selat Hormuz.

Baca juga: PM Jepang usul tiga prinsip keamanan energi di KTT G7

Takaichi juga mengutip pernyataan Pezeshkian bahwa Iran sedang berupaya menyelesaikan masalah tersebut sembari melakukan dialog dengan Arab Saudi.

Dia juga kembali meminta agar Iran segera menyelesaikan kasus terkait seorang warga negara Jepang yang ditahan di Iran dan dibebaskan dengan jaminan pada April.

Orang tersebut diyakini merupakan kepala biro NHK, lembaga penyiaran publik Jepang, di Iran.

Pembicaraan antara Takaichi dan Pezeshkian itu menjadi yang pertama sejak Juni lalu dan yang keempat sejak perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran dimulai pada akhir Februari.

Meskipun merupakan sekutu dekat Amerika Serikat, Jepang secara tradisional mempertahankan hubungan yang bersahabat dengan Iran.

Sumber: Kyodo

​​​​​​​Baca juga: PM Australia dikecam karena lontarkan lelucon "melon Takaichi"

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.