Tangerang (ANTARA) - Senior Vice President AutoFlight Jia Xie (Kellen) menilai Indonesia memiliki peluang besar dalam melakukan pengembangan dan pengoperasian transportasi udara masa depan berbasis energi listrik atau Electric Vertical Take-Off and Landing (eVTOL).
"Saya melihat peluang yang sangat besar untuk eVTOL di Indonesia karena kondisi geografis dengan kepulauan," kata Jia Xie saat berkunjung ke Cengkareng Helipot di Tangerang, Banten, Rabu.
Ia mengatakan dengan situasi geografis Indonesia yang berbentuk kepulauan memungkinkan eVTOL untuk berfungsi secara optimal, yaitu mengantar penumpang ke tujuan dengan lebih cepat, efisien, serta mampu melompati berbagai hambatan geografis.
Selain itu, menurut dia, Indonesia dengan jumlah populasi besar sekitar 270 hingga 275 juta jiwa dan jarak dari barat ke timur mencapai kurang lebih 6.000 kilometer, serta puluhan ribu pulau tersebut membuat mobilitas daratan ke pulau maupun antarpulau sangat bergantung pada transportasi udara yang handal.
Ia mengatakan dengan kondisi itu keunggulan eVTOL dinilai jauh lebih unggul daripada helikopter konvensional karena menawarkan biaya perawatan yang lebih terjangkau, tingkat kebisingan yang lebih rendah, serta pengoperasian yang lebih mudah sehingga lebih efisien bagi perjalanan masyarakat.
"Jadi, dalam hal keunggulan eVTOL dibandingkan dengan helikopter, kami berpikir bahwa eVTOL terutama dalam hal penghematan biaya akan menjadi cara yang lebih efisien bagi orang-orang untuk bepergian," katanya menjelaskan.
Jia Xie menyebut bahwa perusahaannya akan melakukan kerja sama dalam pengembangan teknologi bidang transportasi udara bersama Indonesia melalui kolaborasi dengan Whitesky Aviation Group sebagai perusahaan yang berkonsentrasi di kedirgantaraan tersebut.
Ia menambahkan, sebelum membidik pasar Indonesia, teknologi eVTOL tersebut telah lebih dulu dikembangkan dan dipasarkan ke berbagai negara di dunia.
Perusahaannya, menurut Jia Xie, telah mengirimkan produknya ke Jepang, dan sejumlah uji terbang juga telah sukses dilaksanakan.
"Selain itu, uji coba dan penerbangan serupa juga telah dilakukan di Uni Emirat Arab (Abu Dhabi), Kazakhstan di Asia Tengah, hingga Panama guna menyongsong era baru mobilitas udara masa depan," katanya.
Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.