Jakarta (ANTARA) - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencatatkan laba bersih sebesar 110 juta dolar AS pada semester I 2026.

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar 106 juta dolar AS. Perseroan juga membukukan pendapatan sebesar 1 miliar dolar AS, meningkat 9 persen secara tahunan (yoy).

“Kenaikan pendapatan tersebut didukung oleh kenaikan volume penjualan sebesar 5 persen dan kenaikan ASP sebesar 4 persen secara year-on-year. Kenaikan ASP tersebut sejalan dengan harga acuan batubara yang menguat,” ujar Direktur Utama ITMG, Mulianto dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Dari sisi operasional, ITMG mencatat peningkatan produksi batubara sebesar 13 persen pada kuartal II 2026 dibandingkan kuartal sebelumnya, dengan volume produksi mencapai 5,3 juta ton.

Dengan demikian, total produksi batubara selama semester I 2026 mencapai 9,9 juta ton, sedikit lebih rendah dibandingkan 10,4 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara, kenaikan volume penjualan dan ASP itu mendorong pertumbuhan pendapatan perseroan sebesar 9 persen secara (yoy). Di sisi beban, beban pokok pendapatan meningkat 7 persen pada semester I 2026.

“Beban pokok pendapatan meningkat sebesar 7 persen pada semester I 2026, terutama disebabkan oleh kenaikan biaya penambangan dan pengangkutan batubara dikarenakan nisbah kupas yang lebih tinggi dan kenaikan biaya bahan bakar yang mengikuti kenaikan harga minyak dunia selama periode berjalan,” katanya.

Beban penjualan juga meningkat dari 81 juta dolar AS menjadi 88 juta dolar AS, sejalan dengan peningkatan volume penjualan. Sementara itu, beban umum dan administrasi tercatat sebesar 26 juta dolar AS.

Dengan demikian, total beban operasional perseroan mencapai 114 juta dolar AS pada semester I 2026.

Lebih lanjut, ITMG juga membukukan pendapatan keuangan sebesar 18 juta dolar AS, sedikit menurun dibandingkan 21 juta dolar AS pada semester I 2025.

Di sisi lain, beban keuangan turun 32 persen secara yoy dari 6 juta dolar AS menjadi 4 juta dolar AS.

Beban pajak penghasilan meningkat menjadi 49 juta dolar AS pada semester I 2026 dari 43 juta dolar AS pada semester I 2025, sejalan dengan kenaikan laba sebelum pajak penghasilan.

Sementara itu, pembayaran royalti kepada pemerintah meningkat 7 persen secara yoy menjadi 111 juta dolar AS, terutama disebabkan oleh kenaikan volume penjualan.

Adapun per 30 Juni 2026, total aset ITMG tercatat sebesar 2.417 juta dolar AS.

Baca juga: Indo Tambangraya cetak laba bersih 190,94 juta dolar AS di 2025

Baca juga: RUPST ITM sepakati dividen tahun buku 2025 sebesar 115 juta dolar AS

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.