Kalau sekarang ekspektasinya adalah semuanya itu bisa di-cover dalam satu platform, dalam satu kesatuan, dalam satu journey.

Jakarta (ANTARA) - Director and Commercial Solutions Lead Visa Indonesia Gede Widhi mengatakan tren pembayaran digital berkembang menuju transaksi yang semakin terintegrasi dalam pengalaman konsumen, berbasis perangkat seluler, dan dapat digunakan lintas negara.

Ia menyebut perkembangan tersebut melampaui tren awal digitalisasi pembayaran yang terutama ditandai dengan peralihan transaksi dari tunai menjadi nontunai.

“Tren yang saat ini kalau kita lihat akan semakin menjadi tren yang berkesinambungan ke depannya adalah bagaimana pembayaran digital itu menjadi seamless (mulus) dan embedded (terintegrasi) di masing-masing journey ataupun experience dari nasabah ataupun konsumen,” kata Gede dalam UOB Media Editors Circle 2026, di Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan konsumen semakin mengharapkan pembayaran menjadi bagian dari satu rangkaian transaksi, sehingga proses memilih produk atau layanan hingga menyelesaikan pembayaran dapat dilakukan secara lebih terintegrasi.

“Kalau sekarang ekspektasinya adalah semuanya itu bisa di-cover dalam satu platform, dalam satu kesatuan, dalam satu journey,” ujarnya.

Gede mengidentifikasi tiga tren yang diperkirakan terus berkembang, yakni pembayaran yang semakin tertanam dalam pengalaman konsumen, pendekatan mobile-first, serta meningkatnya kebutuhan terhadap pembayaran lintas negara atau borderless payment.

Menurut dia, perangkat seluler semakin penting karena berbagai aktivitas konsumen, mulai dari mengakses layanan hingga menyelesaikan transaksi, kini banyak dilakukan melalui telepon pintar.

Sementara meningkatnya mobilitas masyarakat dan akses terhadap pedagang di negara lain turut memperbesar kebutuhan terhadap sistem pembayaran yang dapat digunakan secara lebih mudah lintas batas.

Perkembangan tersebut berlangsung seiring pertumbuhan transaksi digital nasional. Bank Indonesia (BI) mencatat volume pembayaran digital mencapai 16,07 miliar transaksi pada triwulan II-2026 atau tumbuh 36,88 persen secara tahunan.

Pada periode yang sama, transaksi melalui aplikasi seluler tumbuh 31,39 persen secara tahunan dan melalui internet meningkat 16,88 persen. Transaksi menggunakan QRIS juga tumbuh 100,12 persen secara tahunan.

Di tengah semakin sederhananya proses pembayaran, Gede menekankan keamanan tetap harus menjadi bagian yang melekat dalam pengembangan layanan digital.

“Jadi yang menjadi kata kunci di sini adalah yang pertama seamless dan yang kedua, yang kalau saya boleh highlight, meskipun seamless tetap harus dijaga keamanannya,” ujarnya pula.

Menurut Gede, sistem pencegahan kecurangan atau fraud perlu terintegrasi dengan inovasi pembayaran, sehingga peningkatan kemudahan bertransaksi tidak diikuti peningkatan risiko bagi konsumen.

Ia mencontohkan penggunaan biometrik sebagai salah satu cara mengintegrasikan keamanan tanpa menambah tahapan transaksi secara signifikan.

Teknologi seperti pengenalan wajah atau face recognition maupun sidik jari dapat dimanfaatkan dalam proses autentikasi pembayaran.

Selain itu, kecerdasan buatan (AI) diperkirakan semakin mempengaruhi cara konsumen bertransaksi.

Gede mengatakan Visa tengah menjalankan proyek percontohan di sejumlah negara terkait agentic commerce, yakni perdagangan yang melibatkan agen berbasis AI dalam proses pembelian dan pembayaran.

“Sekarang kita sedang melakukan sebuah pilot di beberapa negara di mana nantinya semua pembayaran bisa dilakukan melalui agentic commerce atau kita bilangnya AI agentic commerce tersebut,” kata dia pula.

Dari sisi kebijakan nasional, BI juga terus mengembangkan inovasi Quick Response Indonesian Standard (QRIS), antara lain QRIS Tanpa Tatap Muka, QRIS Tuntas untuk tarik tunai, transfer dan setor tunai, QRIS Antarnegara, serta QRIS Tanpa Pindai (TAP).

QRIS Antarnegara diarahkan untuk memudahkan transaksi lintas negara bagi wisatawan dan pelaku usaha, sekaligus memperkuat konektivitas sistem pembayaran Indonesia dengan negara mitra.

Gede menilai perkembangan pembayaran digital pada akhirnya dapat memberikan manfaat bagi konsumen melalui kemudahan transaksi, sekaligus membantu pelaku usaha meningkatkan efisiensi operasional.

Baca juga: BI perluas QRIS Cross Border perkuat ekosistem pembayaran digital

Baca juga: GoPay Merchant ajak UMKM manfaatkan solusi pembayaran digital

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.