Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menargetkan proyek normalisasi Kali Cakung Lama di Cilincing, Jakarta Utara, dapat rampung pada 2028.

Pramono mengatakan normalisasi Kali Cakung Lama merupakan salah satu dari tiga sungai yang menjadi fokus Pemprov DKI Jakarta untuk mengurangi banjir.

"Di era saya, saya memang memutuskan bahwa normalisasi itu harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Sehingga dengan demikian ada tiga daerah yang kita lakukan normalisasi: yang pertama adalah Ciliwung, yang kedua adalah Cakung Lama, yang ketiga adalah Krukut," kata Pramono setelah meninjau Kali Cakung Lama, Kamis.

Pramono menilai normalisasi Kali Cakung Lama akan memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan banjir di Kelapa Gading dan Cilincing.

Berdasarkan perhitungan, volume banjir di kawasan tersebut diperkirakan dapat berkurang hingga 20 persen.

Pramono mengatakan warga sebelumnya mengeluhkan ketinggian banjir yang dapat mencapai paha hingga lutut orang dewasa.

Dengan normalisasi di kali tersebut, aliran air diharapkan akan lebih lancar menuju muara dan laut sehingga banjir yang sebelumnya dikeluhkan dapat berkurang.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustin mengatakan normalisasi Kali Cakung Lama dapat selesai bertahap dengan target pada Maret 2027 mencapai sekitar 2,6 kilometer atau 5,2 kilometer jika dihitung kedua sisi.

"Saat ini baru terselesaikan kurang lebih satu kilo, jadi kami targetkan di Maret 2027, 2,6 kilo sudah diselesaikan," jelas Ika.

Namun, lanjut Ika, pekerjaan normalisasi sungai juga membutuhkan pembebasan lahan di bagian hilir.

Ia mengatakan segmen hilir menjadi penting karena jika lahan belum dibebaskan, aliran air dari bagian yang telah dilebarkan tetap akan terhambat.

Baca juga: Dukung pembebasan lahan untuk tangani banjir, Pemprov DKI alokasikan Rp300 miliar

Baca juga: Pramono tawarkan warga yang terkena pembebasan lahan untuk pindah ke rusun

Baca juga: SDA Jakpus kebut lima proyek normalisasi saluran di Tanah Abang

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.