Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 148 kader juru pemantau jentik (jumantik) dari seluruh RW di Kelurahan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas untuk memperkuat kemampuan edukasi dan deteksi dini Demam Berdarah Dengue (DBD).

Sekretaris Kelurahan Cempaka Baru Hikmah Widiyanti mengatakan kegiatan tersebut juga bertujuan meningkatkan kemampuan kader dalam berkomunikasi secara efektif dengan masyarakat.

“Tujuannya meningkatkan kemampuan kader jumantik dalam berkomunikasi dan mengedukasi warga, menjaga kebersihan, terutama untuk mencegah adanya DBD,” kata Hikmah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan para kader mendapatkan pemahaman mengenai lokasi yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak jentik nyamuk serta cara memberikan edukasi kepada masyarakat.

Menurut Hikmah, kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara kader jumantik dengan pengurus RT, RW, kelurahan, dan puskesmas dalam mencegah penyebaran DBD.

Dalam kegiatan tersebut, para kader mendapatkan materi komunikasi persuasif dan edukasi masyarakat dengan dukungan Plan Indonesia.

Hikmah mengatakan pembinaan kader tidak berhenti setelah kegiatan selesai.

Para kader dari masing-masing RW akan membuat video blog (vlog) berdasarkan materi yang telah diperoleh.

“Dari vlog itu kita bisa melihat apakah materi yang disampaikan benar-benar diterima, dipahami, dan bisa diterapkan para kader saat bertugas,” ujarnya.

Pengumuman pemenang video tersebut direncanakan dilakukan pada kegiatan peningkatan kapasitas bulan depan.

Hikmah berharap kegiatan yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun itu dapat meningkatkan kinerja kader, terutama dalam melakukan pemantauan dan deteksi dini, sehingga potensi penyebaran DBD dapat dicegah sejak awal.

Sementara itu, Kader Jumantik RT 16/RW 05 Purnama mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Menurut Purnama, kegiatan itu memberikan tambahan wawasan bagi kader baru, sedangkan bagi kader lama menjadi kesempatan untuk memperbarui pengetahuan dan meningkatkan semangat dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Ilmu yang diberikan sangat bermanfaat untuk menambah wawasan dan membuat kami lebih bersemangat memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya jentik dan pentingnya kepedulian terhadap kesehatan,” katanya.

Purnama mengatakan kader siap menerapkan materi komunikasi efektif yang diperoleh agar masyarakat turut aktif mencegah berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD.

“Kami siap mengimplementasikan materi berkomunikasi efektif agar warga turut aktif berpartisipasi mencegah berkembang biaknya nyamuk penyebab demam berdarah,” ujarnya.

Baca juga: PMI Jaktim gencarkan pelatihan kader Jumantik untuk cegah DBD

Baca juga: Perkantoran dan sekolah harus punya Jumantik mandiri untuk cegah DBD

Baca juga: Kemenkes perkuat kolaborasi regional tangani DBD di Asia Tenggara

Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.