Cimahi (ANTARA) - Perum Bulog mencatat penyerapan beras dari masyarakat mencapai angka sekitar 3,4 juta ton hingga Agustus 2026 atau sekitar 80 persen dari target penyerapan sebanyak 4 juta ton sepanjang tahun.
Direktur Keuangan Perum Bulog Hendra Susanto di Cimahi, Jawa Barat, Kamis, mengatakan capaian tersebut masih akan terus ditingkatkan untuk memenuhi target penyerapan beras pemerintah pada 2026.
"Stok beras kita seperti yang saya sampaikan tadi itu 5,4 juta ton. Kita target di tahun ini itu sekitar 4 juta ton kita serap dari masyarakat dan sudah tercapai sekitar 80 persen ini atau sekitar 3,4 juta ton. Tinggal sedikit lagi," kata Hendra.
Ia mengatakan penyerapan beras dari masyarakat dilakukan untuk menjaga ketersediaan cadangan beras pemerintah sekaligus memastikan produksi petani dapat terserap.
Baca juga: Bapanas tegaskan usut tuntas dugaan kecurangan beras fortifikasi
Dengan capaian sekitar 3,4 juta ton, Bulog masih memiliki ruang untuk menyerap sekitar 600 ribu ton beras guna mencapai target 4 juta ton pada tahun ini.
Hendra menyebut stok beras pemerintah saat ini mencapai sekitar 5,4 juta ton yang dinilai cukup untuk menjaga pasokan pangan nasional, termasuk menghadapi kondisi musim kemarau.
"Ini enggak masalah. Aman, stok beras kita aman, banyak betul," ujarnya.
Menurut dia, kondisi stok yang aman juga memungkinkan pemerintah menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat dalam jumlah besar.
Pewarta: Ilham Nugraha
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.