Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pertahanan AS, Elbridge A. Colby, menyampaikan bahwa AS membuka peluang kemitraan baru dengan Indonesia dan menegaskan bahwa AS menghormati kedaulatan Indonesia.
Dalam taklimat media daring yang dipantau di Jakarta, Kamis, Colby mengatakan bahwa pembicaraan dengan Presiden RI Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin berlangsung produktif dan dinilai membuka peluang baru bagi kemitraan yang saling menghormati antara AS dan Indonesia.
Menurut Colby, rincian teknis kerja sama kedua negara akan dirumuskan bersama dengan tetap menghormati kedaulatan dan semangat nasionalisme Indonesia, yang dirancang untuk memperkuat kemampuan Indonesia dalam menjaga kedaulatan, jati diri bangsa, dan keamanan nasional secara utuh.
Colby menyebutkan bahwa kerja sama tersebut bukan untuk memaksa Indonesia memilih salah satu pihak dalam situasi global yang semakin sulit diprediksi, melainkan kerja sama yang dirancang agar Indonesia mampu melindungi keamanan dan kedaulatan secara mandiri sesuai kepentingan nasional.
“Berdasarkan kunjungan ini, kami melihat adanya peluang besar… di mana pendekatannya bukan untuk meminta negara seperti Indonesia agar memilih salah satu pihak, melainkan benar-benar dirancang untuk memungkinkan Indonesia melindungi keamanan dan kedaulatannya sendiri,” kata Colby.
Pada 11 Agustus, Wakil Menteri Pertahanan AS Elbridge A. Colby bertemu dengan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, dilanjutkan dengan pertemuan dengan Presiden RI Prabowo Subianto pada hari esoknya di Jakarta.
Dalam pertemuan antara Sjafrie dan Colby, kedua pihak bertukar pandangan mengenai perkembangan hubungan bilateral serta implementasi berbagai program dalam kerangka Major Defense Cooperation Partnership (MDCP) yang telah dibentuk pada 13 April 2026.
Sjafrie menegaskan bahwa pengembangan kerja sama pertahanan dengan AS tidak diarahkan pada pembentukan pangkalan militer AS di Indonesia.
Kerja sama itu difokuskan pada program-program yang memberikan manfaat bagi peningkatan kapasitas pertahanan nasional, khususnya pendidikan, pelatihan, peningkatan kemampuan personel, serta penguatan interoperabilitas sesuai kebutuhan dan kepentingan Indonesia.
Menurut Sajfrie, kemitraan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme TNI, memperkuat kapasitas industri nasional, serta mendorong kemandirian pertahanan sesuai kepentingan nasional dan memberikan manfaat bagi kedua negara.
Baca juga: Kemhan pastikan kerja sama dengan AS perkuat pertahanan RI
Baca juga: Sjafrie, Menhan AS bahas penguatan keamanan di Indo-Pasifik
Baca juga: Indonesia-AS sepakati kemitraan kerja sama pertahanan utama
Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.