PBB (ANTARA) - Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk kemanusiaan pada Rabu (12/8) memperingatkan bahwa kekerasan yang masih terjadi di wilayah Sudan terus menimbulkan banyak korban di kalangan sipil dan memaksa masyarakat setempat mengungsi.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) dalam taklimat media hariannya melaporkan di negara bagian Nil Biru lebih dari 20 warga sipil tewas dan banyak lainnya terluka dalam bentrokan yang terjadi pada Selasa (11/8) di Kota Geisan, sebelah tenggara Sudan.

Mengutip Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), OCHA menyebut peningkatan kekerasan juga menyebabkan sekira 2.500 orang dari kurang lebih 500 keluarga mengungsi dari Geisan ke sejumlah lokasi lain, bahkan hingga melintasi perbatasan menuju Ethiopia.

Di negara bagian Kordofan Utara, serangkaian serangan drone dilaporkan terjadi di berbagai area El Obeid, ibu kota negara bagian tersebut, pada Rabu (12/8), seiring serangan dan ketidakamanan yang terus berlanjut di wilayah utara negara bagian tersebut mendorong lebih banyak warga mengungsi ke kota itu.

"Para mitra memperkirakan sekira 15.000 keluarga telah mengungsi ke El Obeid selama tiga pekan terakhir," kata OCHA.

"Arus pengungsi yang terus berdatangan semakin membebani lokasi-lokasi pengungsian dan layanan dasar yang sebelumnya sudah kewalahan."

OCHA menyerukan kepada semua pihak untuk melindungi warga sipil dan infrastruktur sipil serta memastikan bantuan kemanusiaan dapat menjangkau masyarakat dengan cepat, aman, dan tanpa hambatan selama masih diperlukan.

Kantor tersebut juga mendesak para donatur untuk meningkatkan pendanaan bagi upaya kemanusiaan. Seruan pendanaan kemanusiaan untuk Sudan tahun ini baru terpenuhi sekitar 41 persen, dengan dana sebesar 1,2 miliar dolar AS (sekira Rp21,45 triliun) telah diterima dari total 2,9 miliar dolar AS yang dibutuhkan.

Penerjemah: Xinhua
Editor: Gilang Galiartha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.