Penggalangan dana melalui kelembagaan resmi Baznas juga akan menjamin legalitas, transparansi, serta jangkauan publikasi yang lebih aman dan terpercaya, bahkan bisa saja nanti dibentuk UPZ di Australia

Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI dan Centre for Islamic Dakwah and Education (CIDE) menjajaki peluang kerja sama untuk pembangunan pusat komunitas Muslim Indonesia di Sydney, Australia.

Pimpinan Baznas RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan dalam keterangan di Jakarta, Kamis mengatakan mobilisasi dana akan dilakukan melalui skema co-fundraising yang transparan dan dapat dipantau bersama oleh kedua belah pihak.

"Kalau kita bisa fundraising-kan, berapapun dana terkumpul bisa membantu pembangunan ini," katanya.

Rizaludin menyebut pihaknya telah berpengalaman dan memiliki rekam jejak sukses dalam mengelola mobilisasi dana berbasis program tematik bersama berbagai yayasan kemanusiaan.

Ia menilai kemitraan itu dapat mengoptimalkan penghimpunan dana melalui ekosistem Baznas RI yang memiliki jangkauan donatur luas dari berbagai kalangan. Bahkan, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas di Australia diharapkan dapat terbentuk dengan menyesuaikan regulasi yang berlaku.

"Penggalangan dana melalui kelembagaan resmi Baznas juga akan menjamin legalitas, transparansi, serta jangkauan publikasi yang lebih aman dan terpercaya, bahkan bisa saja nanti dibentuk UPZ di Australia" ujar Rizaludin Kurniawan.

Sementara, Pengurus CIDE Sydney, Shaifurrokhman Mahfudz menyampaikan pihaknya berencana melakukan penggalangan dana pembangunan pusat kegiatan masyarakat Muslim Indonesia di Australia.

Menurut dia, langkah itu perlu diambil setelah selama sembilan tahun terakhir komunitas Muslim Indonesia di Sydney harus menyewa tempat untuk memfasilitasi berbagai kegiatan dakwah dan pembinaan warga diaspora.

Shaifurrokhman mengatakan inisiatif penjajakan kerja sama itu ditujukan untuk mewujudkan tempat ibadah yang permanen sekaligus memastikan skema pengumpulan donasi lintas negara mematuhi regulasi keuangan di Indonesia maupun Australia.

"Jadi karena itu sebelum kita melangkah di sana, kita harus sowan dulu ke Baznas, meminta pandangan, masukan, dan seterusnya," tutur Shaifurrokhman Mahfudz.

Baca juga: Baznas RI perkuat kolaborasi bantuan Palestina dengan KHCF Yordania

Baca juga: Baznas gandeng LPAI kolaborasi perlindungan anak keluarga prasejahtera

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.