Jakarta (ANTARA) - Yudhistira Tasli terpilih sebagai Ketua Presidium Forum Komunikasi Lembaga Dakwah Koordinasi Dakwah Islam (FKLD-KODI) Provinsi DKI Jakarta periode 2026-2031 lewat Musyawarah FKLD-KODI Provinsi DKI Jakarta.
Dia menegaskan koordinasi dakwah menjadi salah satu fokus utama kepengurusan FKLD-KODI DKI Jakarta periode 2026-2031.
“Saya akan mendorong penguatan peran organisasi melalui kolaborasi yang lebih erat dengan pemerintah dan lembaga-lembaga keumatan,” kata Yudhistira Tasli di Jakarta, Kamis.
Dia pun menyatakan siap mendorong penguatan peran organisasi melalui kolaborasi yang lebih erat dengan pemerintah dan lembaga-lembaga keumatan.
"Ke depan, saya akan meningkatkan peran FKLD Provinsi DKI Jakarta dengan berkolaborasi erat bersama KODI DKI Jakarta, MUI DKI Jakarta, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," ujar Yudhistira.
Menurut dia salah satu agenda utama yang akan didorong, yakni pelaksanaan Mudzakarah Lembaga Dakwah Islam yang diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah Islamiah sekaligus membangun koordinasi dakwah agar lebih terarah dan harmonis.
Dia menilai koordinasi dakwah penting untuk menyatukan langkah lembaga-lembaga dakwah Islam sehingga program syiar Islam di Jakarta dapat berjalan secara terarah dan harmonis.
Baca juga: Pramono ingatkan peran dai jaga kedamaian Jakarta
Selain itu, Yudhistira menyebutkan FKLD juga akan meningkatkan keterlibatan dalam berbagai aksi sosial yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat dengan terlibat dalam agenda keumatan dan penanganan berbagai persoalan sosial di Jakarta.
Dia menekankan lembaga dakwah tidak hanya memiliki peran dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam menjaga kepedulian sosial dan keharmonisan masyarakat.
"FKLD juga akan ikut serta dalam berbagai agenda penting keumatan, termasuk penanganan krisis sosial, pemilahan sampah, serta mendorong seruan damai dan menjaga Jakarta," tutur Yudhistira.
Lebih lanjut, dia berharap kepengurusan FKLD-KODI DKI Jakarta periode 2026-2031 dapat menjadi ruang bersama bagi berbagai lembaga dakwah untuk membangun komunikasi, memperkuat persaudaraan, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Melalui keterlibatan 51 Ormas Islam dalam forum tersebut, dia menginginkan agar perbedaan latar belakang organisasi tidak menjadi penghalang dalam membangun sinergi dakwah di ibu kota, karena masyarakat membutuhkan gerakan keumatan yang mampu menjaga persatuan sekaligus memberikan manfaat nyata.
"Kami ingin FKLD menjadi wadah yang mampu mempererat silaturahmi dan menyatukan langkah lembaga-lembaga dakwah dalam memberikan kontribusi positif bagi Jakarta," ungkap Yudhistira.
Sebelumnya, Musyawarah IX FKLD-KODI digelar di Aula Fatahillah, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi DKI Jakarta, Senin (11/8), yang diikuti oleh perwakilan dari 51 organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam, di antaranya Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persatuan Islam (Persis), serta sejumlah organisasi dakwah lainnya di Jakarta.
Baca juga: Kemenag bersama Pemprov DKI siapkan gerakan wakaf uang Rp500 miliar
Baca juga: Kemenag DKI dorong transformasi KUA dan akselerasi wakaf produktif
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.