Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI dan Direktorat Kebudayaan Universitas Indonesia (UI) berkolaborasi membangun budaya berzakat di kalangan pekerja seni sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja seni dari kalangan mustahik melalui program pemberdayaan ekonomi.

"Mengenai model kerja sama, kita bisa mengarahkannya pada aspek pengumpulan zakat. Pada pelaksanaan pertunjukan seni, kita dapat berkolaborasi melalui program donasi atau amal (charity) yang terhubung dengan Baznas," kata Pimpinan Baznas RI Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi Syarifuddin, dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Syarifuddin mengatakan kerja sama berbasis komunitas pekerja seni dapat menjadi model baru yang mengintegrasikan pengumpulan zakat dengan pemberdayaan ekonomi.

"Terkait kerja sama dengan pekerja seni, kita dapat menyiapkan skema khususnya. Direktorat Kebudayaan UI tidak perlu membentuk UPZ khusus, melainkan cukup menyiapkan rekening bersama dan Baznas akan menyediakan kanal pembayaran ZIS," lanjut dia.

Syarifuddin menilai langkah tersebut memudahkan Direktorat Kebudayaan UI, serta kedua pihak dapat memantau arus dana secara transparan melalui rekening bersama tersebut.

Hasil dari penghimpuan donasi atau charity tersebut nantinya bisa dialokasikan untuk mendukung kesejahteraan pekerja seni.

Lebih lanjut, Syarifuddin menyampaikan, program-program Baznas harus selaras (in line) dengan delapan asnaf atau kategori mustahik. Jika para pekerja seni masuk ke dalam kategori mustahik, Baznas sangat berkepentingan untuk membantu dan mendorong pekerja seni mustahik.

Ia menjelaskan Baznas memiliki berbagai program produktif, seperti ZMart dan ZChicken, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan penerima manfaat, dalam rangka mendukung pemberdayaan ekonomi pekerja seni mustahik.

"Langkah ini sangat tepat karena Baznas telah memiliki banyak praktik baik terkait pemberdayaan melalui katalog program yang siap disesuaikan dengan kebutuhan," ujar Syarifuddin.

Selain aspek ekonomi, Syarifuddin menilai pekerja seni dan budaya memiliki peran penting dalam menjaga kekuatan dan karakter bangsa. Menurutnya, keberadaan mereka menjadi bagian penting dalam mempertahankan identitas kebudayaan Indonesia.

Sementara itu, Direktur Kebudayaan UI Ngatawi Al-Zastrouw mengatakan lingkungan pekerja seni memiliki dua potensi yang saling melengkapi, yakni kelompok yang membutuhkan dukungan sebagai mustahik dan kelompok yang memiliki kemampuan menunaikan zakat sebagai muzaki.

"Di kalangan seniman ini banyak yang berpotensi menjadi muzaki, namun tidak sedikit pula yang menjadi mustahik. Melalui kolaborasi dengan Baznas, kita ingin mewujudkan program dari seniman untuk seniman yang dikelola secara profesional dan sistematis," ucap Ngatawi Al-Zastrouw.

Baca juga: Baznas bekali 50 dhuafa di Kendal keterampilan menjahit siap kerja

Baca juga: Baznas ubah sedekah kembalian minimarket jadi jembatan di Sukabumi

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.