Mataram (ANTARA) - Dinas Perindustrian Koperasi UKM Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyiapkan sejumlah pelatihan bagi pelaku usaha kecil menengah (UKM) dan industri kecil menengah (IKM) untuk meningkatkan kualitas produk, daya saing, dan kapasitas bisnis.

Kepala Dinas Perindustrian Koperasi UKM (Disprinkop UKM) Kota Mataram Jemmy Nelwan di Mataram, Kamis, mengatakan, anggaran kegiatan pelatihan UMKM dan industri itu akan dilaksanakan dengan dana dari bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) 2026, dengan total anggaran sekitar Rp2 miliar.

"Karena itu untuk kuota tahun 2026, maka belasan pelatihan UKM dan industri sudah kami siapkan dilaksanakan hingga akhir tahun ini," katanya.

Menurutnya, beberapa jenis pelatihan sedang dipersiapkan dan akan dilaksanakan empat bulan ke depan antara lain, untuk sektor UKM program pelatihan yang disiapkan mencakup pelatihan menjahit tas dari kain perca, bordir, pembuatan sepatu, barista, pastry, hingga pembuatan hantaran.

​Adapun untuk sektor industri, Disprinkop akan menggelar pelatihan kerajinan kayu cukly sebagai salah satu produk unggulan Kota Mataram, kerajinan perak terutama untuk komunitas di wilayah Cemare dan Jangkuk.

Kemudian pelatihan untuk olahan aneka sambal Nusantara, industri tempe, tekstil, serta pelatihan pengelasan.

"Khusus pelatihan las, kami akan bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk menyalurkan tenaga kerja siap pakai," katanya.

Baca juga: PLN UIP Nusra rutin berikan pelatihan untuk UMKM tingkatkan kualitas

Baca juga: Google Indonesia perbanyak UMKM NTB ikut pelatihan usaha digital

Ia menjelaskan, para peserta akan diambil dari perwakilan enam kecamatan se-Kota Mataram, dengan total peserta per satu pelatihan sekitar 25-35 orang.

​Selain mendapatkan pembekalan ilmu dan fasilitas pendukung seperti uang saku dan konsumsi, katanya, para peserta pelatihan juga akan mendapatkan bantuan alat kerja sesuai jenis pelatihan yang didapatkan.

"Bantuan peralatan tersebut diberikan guna menunjang para peserta agar dapat langsung membuka usaha secara mandiri setelah masa pelatihan selesai," katanya.

Selain program reguler, lanjutnya, Disperinkop juga mengakomodasi berbagai program yang bersumber dari pokok pikiran (Pokir) dari anggota DPRD Kota Mataram guna memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah pemilihan masing-masing.

"Selain sumber anggaran pelatihan dari DBHCTH, ada juga yang dari Pokir DPRD Kota Mataram. Untuk peserta, kami fokuskan di daerah pemilihan masing-masing," katanya.

Lebih jauh Jemmy, mengatakan, setelah mendapatkan pelatihan dan bantuan peralatan, Disprinkop akan terus memantau perkembangan para peserta untuk memastikan apakah ilmu dan peralatan yang sudah diberikan benar-benar dimanfaatkan.

"Kami juga menyiapkan tim konsultasi, agar mereka bisa berkomunikasi terkait kendala selama melaksanakan usaha mereka. Pendampingan, akan kami lakukan sampai mereka mandiri," katanya.

Baca juga: Kemenpar gandeng PNM latih pelaku UMKM pariwisata Lombok

Baca juga: Kemenperin latih 25 pengrajin bordir Samarinda

Pewarta: Nirkomala
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.